Tim Anggaran Tak Siap “Amunisi”, Rapat Evaluasi APBD Gresik Ditunda

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Wakil ketua DPRD Gresik Mujid Ridwan saat memimpin rapat evaluasi triwulan APBD Gresik. Qomar/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Rapat evaluasi anggaran trimester pertama antara tim anggaran Pemkab Gresik dengan Badan Anggaran DPRD Gresik ditunda. Penyebabnya, tim anggaran tidak siap dengan data. Sedianya rapat tersebut digelar di DPRD Gresik, Kamis (08/04/2021).

BACA JUGA :  Hindari Razia, Bus Pemudik Jateng Pura-Pura Parkir di SPBU Gresik

Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan mengatakan rapat dijadwal ulang pada Senin (12/04/2021). Pada rapat itu nantinya akan dilakukan  pembahasan recofusing APBD 2021. “Berkaitan dengan target, pendapatan seperti realisasi yang sudah dicapai,” ungkapnya.

Mujid menjelaskan tim ang menyampaikan nilai total anggaran yang akan difocusing mencapai Rp 85 miliyar.  Ini untuk mendahulukan program yang menjadi prioritas. “Yang bisa ditunda terlebih dahulu. Baru setelah itu nilai pastinya bisa muncul,” ungkap Mujid

Refocusing anggaran akan menyasar seluruh sektor pemerintahan. Baik eksekutif, legislatif serta lembaga lainnya. Sesuai Pasal 161 Ayat (2) Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Perubahan APBD dapat terjadi dengan mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar Program, antar Kegiatan, dan antar jenis belanja. “Termasuk keadaan darurat dan keadaan luar biasa,” urainya.

Sementara itu Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyebut bila pihaknya akan melakukan rapat Banggar dengan pembahasan utama evaluasi penggunaan anggaran OPD.

“Kami sudah meminta seluruh OPD untuk menghitung ulang rencana kegiatan. Termasuk mengeliminir beberapa program yang sifatnya tidak terlalu urgent atau bisa ditunda,” tandasnya.

Tujuannya, lanjut Qodir, agar lebih memprioritaskan urusan yang krusial dan mendesak. Juga diharapkan terus melakukan terobosan dan inovasi.  “Utamanya disektor pendapatan. Karena saat ini belum pulih sepenuhnya. Untuk itu perlu ada terobosan agar potensi pendapatan bisa digarap dengan optimal,” tuturnya.

Ketua DPC PKB Gresik itu menyebut bahwa refocusing anggaran pada APBD 2021 juga akan terjadi pada kegiatan legislatif. “Sangat mungkin, kita evaluasi kembali kegiatan (DPRD) yang sudah disusun. Tujuan utamanya tentu efisiensi anggaran untuk percepatan pemulihan pasca pandemi,” katanya.

Pada Desember 2020 lalu, pemerintah dan DPRD mengambil keputusan terhadap APBD 2021. Yakni pendapatan disepakati sebesar Rp 3,2 triliun. Dengan rincian, pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1,13 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp 2 triliun dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 70 miliar.

Sedangkan untuk belanja daerah disepakati sebesar Rp 3,4 triliun. Dengan rincian, belanja operasional sebesar Rp 2,2 triliun, belanja modal Rp 467 miliar, belanja tak terduga sebesar Rp 23 miliar dan belanja transfer sebesar Rp 704 miliar.(rtn)