Tiga Pengamen di Surabaya Ditembak Polisi, Ini Sebabnya

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Ilustrasi

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Anggota Reskrim Polsek Sawahan berhasil membekuk tiga bandit curanmor yang biasa beraksi di wilayah hukumnya.

BACA JUGA :  Bojonegoro Ambyar... Arga Marvel Rilis Singel Kedua 'Getun Ngguri'

Ketiga tersangka yaitu Dimas Zakaria (22), Choirul Anang (22), Usman (32), pengamen yang berdomisili di Jalan Simo Gunung Kramat Timur. Bahkan petugas terpaksa melumpuhkan ketiganya dengan timah panas karena berusaha kabur saat akan digiring ke Mapolsek Sawahan.

“Ketiga tersangka ini semuanya residivis atas kasus curanmor dan penjambretan,” beber Kanitreskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto, Rabu (14/4/2021).

Modus operandi mereka, yakni komplotan ini saat melancarkan aksinya mencari sasaran dengan berpura-pura menjadi pengamen. Setelah mendapatkan beberapa rumah yang menjadi target sasaran, mereka kembali ke rumah yang diintainya itu untuk dicuri motornya pada dini hari.

Terakhir, komplotan ini menyatroni rumah di Jalan Dukuh Kupang Timur X, pada Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 04.30. Di aksinya itu, ketiga tersangka berhasil menggasak dua motor sekaligus merek Honda Beat street hitam  L 6534 YU milik Ariestu Bayu Seto (30), dan satu lagi milik temannya.

Atas kejadian ini, korban akhirnya melapor ke Mapolsek Sawahan. “Ada empat motor yang terparkir di teras rumah korban, namun hanya dua yang dicuri, dengan merusak kunci setir menggunakan kunci T,” beber Ristitanto.

Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan, dan mempelajari rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Alhasil, petugas berhasil mengidentifikasi para pelaku dan menangkapnya di sekitar Simo Gunung Kramat Timur.

“Saat kami giring ke mapolsek, mereka berupaya melarikan diri, sehingga kami melumpuhkannya,” kata Ristitanto.

Hingga kini, anggota Reskrim Polsek Sawahan masih mengembangkan kasus komplotan curanmor ini guna mencari TKP lain. Sementara itu, di hadapan petugas ketiga tersangka mengaku mencuri 10 kali, di antaranya di Kupang Gunung Barat, Dukuh Kupang Timur, dan sekitar wilayah hukum Polsek Sawahan. Tidak hanya terlibat pencurian motor, melainkan juga penjambretan.

“Kami selain mencuri  motor, juga menjambret,” kata Zakaria kepada petugas.

Saat beraksi, mereka selalu bersama-sama. “Saya dua kali menjambret bersama Choirul dan Usman,” terang Zakaria. (*)