Tewaskan Anggota Saat Ujian Kenaikan Tingkat, Empat Senior PSHT Ditangkap

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

Tiga pelaku saat memeragakan penganiayaan di hadapan petugas. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Polisi menangkap empat tersangka yang merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Mereka terlibat dalam kasus penganiayaan hingga menewaskan korban Alif Risky (17), saat mengikuti ujian kenaikan tingkat.

Keempat tersangka adalah Eko Hadi Nugroho (25), warga Perumahan Istana Residence, Desa Grogol, Kecamatan Tulangan; Febriansyah Listyo Legowo (19), warga Kelurahan Sidokumpul; Muhammad Risky (18), warga Perumahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo; serta pelaku di bawah umur (16 tahun, red) warga Kecamatan Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, peristiwa mengenaskan tersebut terjadi pada Minggu (11/9/2022) siang. “Saat itu, korban mengikuti ujian kenaikan tingkat. Nah, ke empat tersangka ini menendang dan memukul beberapa bagian tubuh korban,” tuturnya.

Korban yang ambruk kemudian dibawa ke RSUD Sidoarjo. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Dari hasil visum otopsi jenazah menyimpulkan pemeriksaan luar ditemukan luka memar pada wajah kanan dan kiri, memar pada dada. Sedangkan pemeriksaan dalam ditemukan pendarahan pada kelenjar perut dan hati,” terang kusumo.

Keempat pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76 C UU/35/2014 tentang perubahan atas UU/23/2022 tentang perlindungan anak atau Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun.

Sebagai informasi, korban Alif Risky yang baru tiga bulan bergabung dengan perguruan silat tersebut mengalami luka luar dan dalam. Adapun luka tersebut akibat penganiayaan oleh kakak tingkat dan sempat dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (11/9/2022) lalu.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif. Tapi, nyawa korban akhirnya tidak bisa tertolong. Korban meninggal dunia.

Dedik Hainul Akbar, ayah korban mengatakan awalnya para pelaku tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah mendapat laporan dari teman anaknya, Dedik lalu melaporkannya kepada polisi. Dan akhirnya menangkap empat tersangka. (nul)