Tetap Pakai Baju Hazmat, Salat Ied di Tengah Pandemi Covid Surabaya

Reporter : Arifin - klikjatim.com

Tenaga kesehatan RS Lapangan Kogbawilhan tetap mengenakan baju hazmat sementara di sekitarnya adalah pasien Covid tanpa gejala saat mendengarkan ceramah salat ied. (foto istimewa)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pelaksanaan ibadah salat Ied di tengah pandemi tetap berlangsung khusyuk meski menerapkan protokol kesehatan. Di Masjid Al Akbar Surabaya, jamaah yang beribadah dibatasi 5.000 orang sesuai mereka yang mendaftar online. Sementara di Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II atau dikenal dengan RS Darurat COVID-19 Jatim sejumlah tenaga kesehatan tetap memakai baju hazmat saat salat.

BACA JUGA :  Menteri Kesehatan Setujui PSBB Wilayah Malang Raya

Tidak seperti di tempat lain, salat Ied di RS Lapangan di Jl Indrapura Surabaya benar-benar menerapkan potokol kesehatan ketat. Salat dibagi dua lokasi, yakni salat pasien positif COVID-19 di halaman. Sementara pegawai (tenaga kesehatan, administrasi, dan petugas keamanan) salat di dalam tenda darurat.

Di halaman RS, memang ada pegawai dan tenaga kesehatan yang salat, namun mereka tetap mengenakan baju hazmat dan APD lengkap. Jarak shaf antara pasien dan tenaga kesehatan yang berhazmat juga renggang sekitar 2 meter. Jumlah pasien positif COVID-19 yang mengikuti salat mencapai 85 orang.

Jamaah pasien dan nakees berhazmat mengikuti salat dengan beralaskan terpal berwarna oranye. Untuk imam salat dan khatib sendiri ialah Ustad Sunarto W.R dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Sementara di tenda di RS Darurat tampak para tenaga kesehatan dan administrasi yang mengikuti salat dari dalam tenda. Di tenda tersebut merupakan zona hijau, berisi para pekerja yang tidak terpapar COVID-19. Salat ini total diikuti sekitar 100 jemaah.

Anggota Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril mengatakan, untuk imam di dalam RS Darurat diketahui merupakan pasien positif yang dirawat di sana. “Iya imamnya memang pasien di sana. Tapi di RS Darurat, pasiennya memang tanpa gejala semua. Paling ada gejala ringan, jadi mayoritas yang muslim mereka mengikuti salat Id semua,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Tambah Bidang Khusus Pencegahan Korupsi

Sementara itu di Masjid Al Akbar Surabaya, sedikitnya 5.000 orang jamaah melaksanakan salat ied. Mereka adalah jamaah yang sudah terdaftar secara online beberapa hari sebelumnya. Salat ied yang dihadiri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dimulai

Pantauan di lokasi, jemaah salat Idul Adha yang akan salat harus melewati tiga pintu screening sebelum memasuki masjid. Tiga pintu itu yakni berada di pintu untuk dicek suhu, disemprot disinfektan, dan diberikan kantong plastik untuk alas kaki.

Dalam kesempatan itu juga, sejumlah pejabat Forkopimda Pemprov Jatim juga hadir dan ikut melaksanakan salat. Di antara pejabat itu hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dimulai pukul 06.10 dengan khatib Ahmad Zayadi, Kepala Kanwil Kemenag Jatim.

Humas Al Akbar Surabaya Helmy M Noor mengatakan kapasitas masjid sebenarnya sebanyak 40 ribu jamaah. Namun karena adanya pandemi COVID-19, pihaknya hanya membatasi kuota jemaah sebanyak 5.000 saja.

“Kapasitas Masjid Al Akbar mencapai 40 ribu jamaah. Karena dalam penerapan protokol kesehatan yaitu physical distancing, maka kami membatasi jamaah Shalat Idul Adha menjadi lima ribu jamaah,” kata Helmy. (hen)