TERVERIFIKASI FAKTUAL

Reporter : Redaksi - klikjatim

Catatan Aries Wahyudianto
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi KLIKJATIM.COM

Setiap ada sekolah pasti ujian disertai ada kelulusan. Setiap kelulusan pasti ada kemenangan dan selebrasi. Pun begitu sebaliknya, jika tidak ada kelulusan berarti memang tidak lulus dan tidak perlu selebrasi, karena memang masih mengulang kembali agar lulus ujian.

Begitu pula Klikjatim.com. Media siber online regional Jawa Timur yang umurnya masih batita atau  bawah tiga tahun, seperti ketika masih lucu-lucunya anak yang baru belajar berucap, menirukan  dan membaca, tiba-tiba lulus dari sebuah ujian untuk menjadi media profesional sungguh merupakan berkah dan apresiasi yang tidak ternilai bagi para jurnalis yang mendedikasikan dirinya menjadi seorang pewarta.

Ya Klikjatim.com kini sudah menjadi profesioinal. Profesionalisme terbentuk sejak Klikjatim menjalani verifikasi dan dinyatakan lolos administratif oleh Dewan Pers pada September 2020 lalu. Kemudian yang menjadi hari bersejarah, Klikjatim.com lolos verifikasi faktual pada 15 Desember 2021 dan sertifikatnya diserahkan salah satu Komisioner Dewan Pers, Agus Sudibyo di Gedung Mahameru Polda Jatim Senin 20 Desember 2021.     

Sejak dibentuk 10 Mei 2019, Klikjatim.com menyadari untuk bersaing di kancah media nasional maupun regional cukup berat, berliku dan penuh tantangan. Tidak semudah bayangan masyarakat bahwa membentuk media itu cukup mudah. Cukup miliki domain dot com atau dot id, jadilah medianya. Tinggal isi dan jual platform dan halamanya untuk iklan agar mendapatkan cuan.

Nyatanya untuk menjadikan media siber bermarkas di Kota Gresik ini sebagai media regional yang sejajar dengan seniornya seperti detik.com, tribunews.com atau di level regional ada beritajatim.com cukup berat. Tidak cukup dengan modal nekat dan memiliki wartawan serta kru IT yang mumpuni, namun juga harus memiliki kepekaan dalam membidik pasar viewers pembaca berita berita online.

Kompetitor utama media siber adalah media sosial yang sudah masuk di semua lini masyarakat. Media sosial menjadi bahan bacaan meski informasi yang disampaikan tidak sedikit yang hoaks dan mengajak permusuhan serta perpecahan. dari sisi pendapatan   platform medis seperti FB, IG, Twitter dan lainnya sudah mengambil hampir 90 persen kue iklan media mainstream.

Lalu mengapa Klikjatim nekat bertahan untuk menjalani profesinya sebagai penyebar informasi yang profesional dan terpercaya. Jawabannya karena Klikjatim ingin hadir menjadi penyeimbang hiruk pikuk informasi di dunia maya agar tidak dikuasai informasi hoak dan permusuhan. Untuk menjadi profesional itu dibutuhkan sebuah proses yang dijalankan oleh Dewan Pers.

Dan tahapan itu setapak demi setapak dilalui oleh Klikjatim dengan sejumlah syarat ketat agar hasil akhir berupa informasi yang disampaikan tidak berisi hoaks dan disajikan oleh wartawan yang profesional. Saat ini kru Klikjatim mencapai 21 wartawan. Hampir 85 persen jurnalis Klikjatim.com memegang sertifikasi dari Dewan Pers. Rinciannya, Pemimpin Redaksi Aries Wahyudianto dan Redaktur Pelaksana Ratno Dwi Santo sudah memegang sertifikasi wartawan utama.

Kemudian dua redaktur, Koinul Mistono dan M Khoirur Rosyid memegang sertifikasi wartawan madya. Dan 5 wartawan Klikjatim masing-masing Miftahul Faiz (Gresik), Abdul Aziz Qomar (Lamongan), M Nur Afifullah (Bojonegoro), Sohibul Anwar dan Hilmi Aminudin (Surabaya) adalah pemegang kartu wartawan muda. Mereka sudah tersertifikasi,  mereka sudah teruji dan mereka sudah pengalaman. Sehingga untuk menyajikan informasi mereka cukup profesional dan berhati-hati agar sesuai dengan ketentuan kode etik dan aturan yang ada.

Verifikasi Faktual yang baru diterima Klikjatim.com membuktikan, bahwa sumber daya manusia, administrasi dan manajemen redaksi serta manajemen usaha sudah sesuai dengan aturan yang ada. Peraturan Dewan Pers No. 1 tahun 2010, yang diperbarui dengan Peraturan Dewan Pers No. 4 tahun 2017 tentang Sertifikasi Kompetensi Wartawan menyebut ada enam tujuan SKW.

Pertama, meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan; Kedua, menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan; Ketiga, menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik; Keempat, menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi penghasil karya intelektual; Kelima, menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan; Keenam, menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers.

Dari tujuan di atas dapat disimpulkan beberapa hal. Produk jurnalistik adalah karya intelektual, sehingga proses mulai dari menggali informasi sampai menyiarkan dalam bentuk berita harus selalu melalui kerja serius, berdasarkan fakta, dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kalaupun ada yang menggugat, penyelesaiannya secara intelektual pula.

Dengan diterima Sertifikasi ini tentunya tidak lepas dari dorongan pembaca yang setia mengikuti informasi yang disajikan oleh  Klikjatim. Ini sekaligus memberi kepercayaan kepada jajaran redaksi Klikjatim.com untuk menjaga kepercayaan melalui berita yang tersaji apik, terkini dan terpercaya. Kedepan kami akan selalu melakukan evaluasi dan  kontrol agar tidak kecolongan berita-berita tidak jelas sumbernya, sehingga Klikjatim menjadi teman setia pembaca yang ingin melihat Jawa Timur lebih terkini dengan satu tombol Klik yakni Klikjatim.com. Terima kasih. (*)