Tersangka Persetubuhan Anak di Benjeng Gresik Ngaku Menyesal

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Tersangka Sugianto (kanan) saat diinterogasi oleh Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Penyesalan selalu datang belakangan. Begitulah kalimat yang sepertinya paling tepat untuk menggambarkan suasana hati tersangka Sugianto (50), warga Metatu, Bejeng, Gresik setelah kelakuan bejatnya menyetubuhi pelajar SMP kelas VIII terbongkar polisi.

Di hadapan petugas kepolisian, laki-laki berusia setengah abad ini megaku menyesal. Saat diinterogasi pandangan tersangka pun tampak kosong dan sesekali merunduk. “Saya mengaku menyesal, nyesel banget,” ucap Sugianto.

BACA JUGA :  Pelayanan Polsek Panceng Gresik Dikeluhkan, Polsek Bantah Sudah Jemput Bola

Namun, tersangka masih membela diri tidak pernah memaksa untuk melakukan hubungan dewasa dengan korban yang masih berusia 16 tahun itu. “Saya kasih uang, saya bayar pak dengan uang. Beli itu pak, saya beli bukan maksa. Enggak ada suka sama suka,” ujarnya saat ditanyai Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo.

Perlu diketahui, pengakuan itu berbeda dengan keterangan saksi dari keluarga korban. Disebutkan sebelumnya bahwa tersangka telah memaksa korban, bahkan mengancam (korban) ibunya akan meninggal jika sampai buka suara.

Selanjutnya, Kapolres AKBP Kusworo mengatakan, tersangka telah mengakui perbuatannya meyetubuhi korban anak di bawah umur. Bahkan hubungan badan layaknya suami istri itu dilakukan sebanyak 10 kali.

BACA JUGA :  PDP dengan Diagnosa HIV dan Pneumonia Asal Pohjentrek Pasuruan Meninggal 

“Pengakuannya (tersangka) lebih dari enam kali. Total sepuluh kali sejak 2019,” ungkapnya.

Paling banyak dilakukan di rumah tersangka. Sesekali dilakukan di sawah dekat kandang ayam. Dan akibat dari pemerkosaan itu korban hamil 7 bulan serta mengalami trauma. (nul)