Ternyata Warga Lamongan Banyak Yang Mampu Beli Hewan Kurban Meski Ekonomi Lagi Sulit

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Bupati Lamongan Yuhronur saat meninjau peternakan sapi yang akan memasok hewan kurban

Justru di Kabupaten Lamongan penjualan hewan kurban mengalami kenaikan dibanding tahun lalu.

Hal ini dikatakan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang menemukan, beberapa tempat penjualan sapi dan kambing diketahui rata-rata stok hewan qurban sudah habis terjual. Contohnya yang di Kecamatan Sugio menyediakan 250 ekor sapi dan yang sudah terjual sudah 240 ekor. 

“Pada prinsipnya penjualan hewan kurban di tengan pandemi ini produksi hewan ternak di Kabupaten Lamongan cukup menggembirakan.” Tutur Bupati Yes ketika meninjau salah satu titik penjualan hewan kurban di Kabupaten Lamongan, Jumat (16/7/2021).

Di tahun ini, Yuhronur menyebut sebanyak 175 titik penjualan hewan kurban tercatat di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan telah dipastikan kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan mulai dari mata hingga kondisi tubuh hewan.

Pemeriksaan tersebut untuk memastikan hewan kurban yang dijual terlihat cukup sehat, cukup umur dan pemeliharaan juga memadai.

“Alhamdulilllah dari beberapa tempat kita lihat, hewannya rata-rata sehat dan siap untuk dipotong pada saat idul adha nanti. Dan ini sebelumnya sudah dipastikan oleh petugas Dinas Peternakan,” lanjut Yuhronur.

Pada kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Yes ini meminta masyarakat menaati panduan teknis pemotongan hewan kurban sebagaimana yang tertuang dalam SE Dirjen PKH No. 8017 Tahun 2021.

Pihaknya mengaku melakukan mitigasi resiko yakni di lokasi penjualan hewan kurban dan lokasi pelaksanaan kurban.

Beberapa ketentuannya, disebutkan Yuhronur yakni, penjualan dan pemotongan hewan kurban dilakukan ditempat yang berijin, wajib menggunanan APD minimal masker, menjaga jarak minimal 1 meter, pemeriksaan suhu tubuh dan penyediaan fasilitasi cuci tangan dan hand sanitizer.

“Sebisa mungkin penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), kalaupun tidak di RPH dipastikan semua yang memotong itu sehat, tidak terpapar, dan ketentuan2 lainnya. Semuanya itu sifanya adalah untuk menjaga jangan sampai ini menjadi klaster baru.” tegasnya. (rtn)