Terkendala di Pendataan, Penyaluran BLT DD di Gresik Bakal Dirapel

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com l Gresik – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa bakal dirapel. Hal ini disebabkan sulitnya melakukan pendataan terhadap warga yang berhak mendapatkan.

Pemerintah desa banyak mengalami kendala dalam pendataan, karena telah banyak masyarakat yang telah tercover PKH dan BPNT.

Kepala Desa Gredek, Duduk Sampeyan, Bahrul Ghofar mengatakan, bila mengacu pada kriteria yang diinstruksikan Kementerian desa, maka akan sedikit sekali warga yang bisa tercover.

BACA JUGA :  Viral Acara Pernikahan Keponakan Bupati Ponorogo, Sugiri Hadir Hanya Saat Ijab Kabul

“Dari 14 kriteria yang diberikan Kemendes, Minimal kan harus memenuhi 9 kriteria. Tapi setelah kita data, yang memenuhi 9 kriteria tersebut banyak yang telah tercover PKH dan BPNT. Padahal kan tidak boleh dobel,” terangnya.

Atas hal itu, pihaknya memprioritaskan Warga yang kehilangan pekerjaan selama masa pandemi Covid-19. “Karenanya kami prioritaskan bagi warga yang kehilangan pekerjaan, alias miskin baru dan pekerja informal. Jadi mungkin alokasi BLT DD tidak sampai 35 persen dari DD yang merupakan batas maksimum alokasi,” tuturnya.

Dikatakannya, bila saat ini banyak desa yang telah mengirimkan data penerima BLT DD kepada kecamatan untuk kemudian disahkan bupati.

BACA JUGA :  Tengah Malam, Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya Cek PSBB di Gresik

“Saat ini sudah banyak teman-teman Pemdes yang telah rampung musdes dan datanya sudah diajukan kepada kecamatan untuk disahkan Bupati,” imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Desa Sukomulyo, Subiyanto. Saat ini pihaknya belum selesai melakukan pendataan dan validasi, karenanya penyaluran BLT Desa yang seharusnya bisa diberikan bulan ini kemungkinan besar akan molor.

“Kesulitannya ya di pendataan, kita verifikasi betul yang memenuhi kriteria dan belum tercover PKH dan BPNT, lalu kita bawa Ke Musdes,” paparnya.

Sementara itu kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik, Malahatul Fardah mengatakan, data penerima BLT Desa harus disahkan dulu oleh Bupati, baru kemudian bisa disalurkan (28/4).

“Kalau sampai akhir April belum disahkan datanya ya akan dirapel, karena seharusnya penyaluran BLT Desa per April sampai Juni,” terangnya. (bro)