TERKEJUT

Reporter : Redaksi - klikjatim

Catatan  Aries Wahyudianto

Pemimpin Redaksi Klikjatim.com

Selamat Pagi Ibu Gubernur Khofifah, Selamat Ulang Tahun ke-56 pada 19 Mei 2021 juga kepada Wagub Mas Emil Elestianto Dardak yang ke-37 pada 20 Mei 2021.  Semoga Tuhan memberkahir dan merahmati pemimpin kita di Jawa Timur.

Bu Gubernur dan Mas Wagub, tentu tidak menyangka kejutan pesta perayaan ulang tahun pada Rabu 19 Mei 2021 dirayakan cukup meriah di Gedung Negara Grahadi.  Tidak ada yang salah jika merayakannya di gedung negara, karena yang merayakan adalah pejabat negara. Dan tidak salah juga kiranya perayaan tersebut menggunakan dana negara melalui pos operasional gubernur dan wakil gubernur.

Di sejumlah media bu gubernur menyatakan bahwa perayaan tersebut dilakukan secara spontan, dihadiri hanya 50 orang tanpa putra gubernur dan tanpa Mbak Arumi, istri Mas Emil. Kejutan kemeriahan makin bertambah karena  dihibur oleh Katon Bagaskara dan Kla Projectnya teman Plh Sekdaprov Heru Tjahjono yang kebetulan mampir di Surabaya. Kateringnya dengan masakan enak juga suprise karea disiapkan mendadak beberapa saat sebelum perayaan.

Pejabat ibu rupanya juga menyiapkan kejutan dengan dress code kemaja hitam mengenakan topi ala koboi yang mungkin sudah disiapkan sebelumnya oleh pejabat OPD dan undangan lainnya yang dari video mungkin lebih dari 50 orang. Di acara memang ada pembagian santunan untuk anak yatim, bagi-bagi bukunya Mas Sukowidodo, namun juga ada kemariahan lagu Ulang Tahun yang dipopulerkan oleh grup band Jamrud.

Ibu Gubernur terkejut dan surprise dengan kemariahan atau mungkin juga prank yang disiapkan oleh Plh Sekdaprov Hari Tjahjono. Namun lebih terkejut lagi kami sebagai warga Jawa Timur melihat pesta yang kata Kapolsek Genteng AKP AKP Hendry F Kennedy belum memberitahukan ke kepolisian. Ini berbeda dengan yang dilakukan Ustad Abdul Somad yang mengajukan izin resepsi  ke Polres Ponorogo.

Ya bu, masyarakat Jawa Timur termasuk bupati dan wali kota di Jawa Timur ikut surprise dan terkejut ketika tiba-tiba melihat video Tik Tok yang memperlihatkan kerumunan pesta ulang tahun pada 19 Mei 2021 malam. Pesta yang dimulai pukul 21.00 hingga larut malam itu menjadi rasan-rasan apa iya pemimpin kita di Jatim merayakannya di tengah andemi.

Sejak ibu  menginstruksikan warga Jatim untuk tidak melakukan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei, ditambah perpanjangan penyekatan mulai 18 Mei hingga 24 Mei, sebagianbesar masyarakat Jawa Timur melaksanakan instruksi pemimpinya dengan ikhlas, meski sebagian lainnya dongkol karena tidak bisa bersilaturahmi dengan orang tua, kerabat dan sanak saudaranya. Ribuan aparat keamanan dari Polda Jatim, Kodam V Brawijaya dan TNI AL serta TNI AU kompak menghalau warga yang hendak mudik atau sekadar menggelar halal bihalal.

Ketegasan aparat dalam mencegah kerumunan di Jawa Timur kami acungi jempol. Hampir semua pintu perbatasan anglomerasi dan rayon disekat dan dibatasi pergerakanya. Saya yang hendak rapat dengan tim redaksi di Malang juga tak luput dicegat dan harus menjalani rapid antigen di Exit Tol Lawang demi keselamatan masyarakat Jatim. Bahkan selama penyekatan 49.476 kendaraan harus diputarbalik oleh polisi yang melaksanakan perintah pimpinan termasuk instruksi ibu selama penyekatan mudik lebaran di Jatim.

Bahkan, kegiatan wisuda adik-adik SMA Negeri 1 Puri Mojokerto dan SMAN 1 Wringinanom Gresik di hotel dan gedung di Kota Mojokerto harus dibubarkan dengan paksa oleh Kapolres Mojokerto dan Satgas Protokol Kesehatan Kota Mojokerto. Guru panitia penanggungjawab  harus diusung ke mobil Satpol PP Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan. Kendati menerapkan protokol kesehatan dan dihadiri Forpimka, namun karena tidak memberitahukan kepada Satgas Prokes alias tidak berizin maka  kegiatan sekali seumur hidup bagi adik adik SMA harus berakhir.

BACA JUGA :  Jasad Pemuda yang Ceburkan Diri di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan

Ibu pada prinsipnya masyarakat Jawa Timur ini patuh dan setia kepada pemimpinnya. Apapun yang diperintahkan pemimpinnya hampir sebagianbesar masyarakat melaksanakanya. Ibu sebagai pemegang amanah 54,29 persen suara warga Jatim pada Pilub Jatim  pada 27 Juni 2018 dipercaya mampu mengemban harapan warga Jatim. Setidaknya ibu sudah membuktikan dengan menekan angka penyebaran Covid-19 yang tadinya sempat tertinggi di Indonesia menjadi landai dengan dominasi zona kuning menjelang Lebaran tahun ini.

Prestasi yang ibu buktikan kepada warga sebaiknya jangan dicederai dengan menggelar perayaan yang mengundang kerumunan dan berpotensi  mengundang kehadiran virus pembawa bencana kematian bagi 11.199 warga Jatim selama pandemi. Apalagi ibu pernah terkonfirmasi positif, tentu ibu sangat dan sangat peduli dengann ganasnya covid ini. Sehingga sekali lagi, kami terkejut ketika melihat, medengar dan membaca sebuah viral tentang kemeriahan perayaan ulang tahun tanpa izin kepolisian dan menimbulkan kerumunan.

Merayakan ulang tahun dengan pesta mendatangkan artis di gedung negara pada saat pandemi dan pertumbuhan ekonomi jatim minus 2,39 persen selama 2020, penduduk miskin meningkat 1,36 persen menjadi 11,46 persen atau total penduduk miskin di Jatim saat ini menjadi 4,58 juta jiwa tentu tidak pas. Atau lebih dipertegas lagi tidak elok dan empati terhadap kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat seperti saat ini.

Ibu sudah menyampaikan permohonan maaf meski ada klarifikasi yang membantah sejumlah tudingan tersebut. Namun masyarakat Jawa Timur sudah terlanjur terkejut dan kecewa dengan kejadian ada Rabu 19 Mei 2021 malam itu. Lihat saja kalau ibu mau membaca komentar warganet di seluruh platform digital baik media sosial, media siber maupun aplikasi medsos, 98 persen semua menghujat dan mengkritik perayaan ulang tahun itu. Semakin dibantah semakin kesal masyarakat Jatim karena mereka sudah melihat video Tik Tok pesta ulang tahun tersebut.

Lebih elegan jika sebagai kepala daerah ibu mencontoh Wali Kota Blitar, Santoso yang mengakui salah dan bersedia diperiksa oleh Satgas Protokol Kesehatan Blitar. Hingga akhirnya Wali Kota Santoso yang viral karena joget tanpa masker saat peraayaan kemenangan pilkada Blitar berakhir dengan hukuman denda sebesar Rp 5 juta. Kalau sampai harus diajukan ke meja hijau seperti Habib Rizieq Shihab kok kayaknya gak mungkin bu.

Kado perayaan Ultah tahun ini yang cukup pahit setidaknya menjadi pengingat sekaligus pelajaran bahwa keteladanan membutuhkan pengorbanan dan keikhlasan. Perjuangan dan pengorbanan ibu dalam menjalankan dan mengajak warga Jatim menjalankan protokol kesehatan selama pandemi bisa runtuh hanya dalam waktu semalam dengan iringan lagu ulang tahunnya Jamrud. Semoga ini tidak terjadi lagi dan Jawa Timur secepatnya terbebas dari pandemi Covid seiring dengan ketatnya pemberlakukan protokol kesehatan dan masifnya vaksin covid di Jawa Timur. Dan semoga masyarakat Jawa Timur melupakan kejadian itu pada 2024 mendatang. (*)