Terjerat Korupsi, Mantan Kades dan Kasun di Pasuruan Ditahan

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Dua tersangka korupsi saat digelandang ke mobil kejaksaan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan akhirnya melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus korupsi di daerah setempat, Kamis (9/4/2020) sore. Mereka adalah Suparnoto yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Karangmenggah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan dan Ririn, mantan Kepala Dusun (Kasun) Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

Pantauan di lapangan, sebelumnya kedua tersangka telah menjalani pemeriksaan beberapa jam oleh penyidik. Baru setelah itu keduanya dilayar ke Rutan Bangil.

BACA JUGA :  Jambret Asal Bangkalan Tertangkap Tangan di Lakarsantri

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra mengatakan, penahanan terhadap tersangka karena sejumlah pertimbangan penyidik. Dan kasus yang menyeret tersangka Suparnoto ini juga ditemukan beberapa alat bukti, terkait dugaan memperkaya diri sendiri selama mejabat Kades Karangmenggah.

“Ada beberapa proyek dari DD di desa tersebut yang tidak terlaksana alias fiktif. Anggaran sudah terserap, tapi tidak ada pekerjaan sampai sekarang,” ungkap Denny.

Selama menjabat Kades Karangmenggah, tersangka diduga mengerjakan beberapa proyek fiktif yang bersumber dari Dana Desa (DD) pada tahun 2018. Tidak hanya itu. Pada tahun 2017, tersangka juga mengerjakan proyek serupa sehingga mengakibatkan total kerugian negara sekitar Rp 350 juta.

Beberapa pekerjaan diduga fiktif antara lain saluran irigasi, pipanisasi, pembenahan jamban, serta beberapa proyek desa lainnya. Semua itu diduga tidak dikerjakan oleh tersangka selaku kepala desa.

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah Lantik 6 Penjabat Wali Kota dan Bupati di Jawa Timur

“Sementara ini kami masih lacak alur uang yang digunakan tersangka ini. Tapi, kami menduga uang hasil perbuatan ini dinikmati sendiri dengan tujuan memperkaya diri sendiri,” paparnya.

Adapun tersangka Ririn merupakan kasus pelimpahan dari Polres Pasuruan. Tersangka tersandung kasus dugaan korupsi dana Portal senilai Rp 130 juta. “Ini komitmen kami untuk terus memberantas penyalahgunaan DD atau ADD di wilayah Pasuruan. Ada kepala desa yang bermain, akan kami proses. Kami juga akan mengembangkan terkait penyidikan kasus ini,” pungkasnya. (dik/nul)