Tergiur Program Deposito, Nasabah KSPPS Nurul Madinah Tertipu Mantan Pegawai

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Wakil Ketua KSPPS Nurul Madinah, Anggun memberikan keterangan di kantornya. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Sebanyak enam orang nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nurul Madinah, menjadi korban dugaan penipuan oleh seseorang berinisial R. Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan tersebut merupakan mantan pegawai KSPPS Nurul Madinah.

Mahmud selaku kuasa hukum enam korban mengungkapkan, sebenarnya ada puluhan nasabah KSPPS Nurul Madinah yang diduga tertipu. “Semua bukti milik korban penipuan kita miliki. Rencananya akan kita laporkan ke polisi Minggu depan,” kata Mahmud, Jumat (25/11/2022) saat dikonfirmasi via telepon selulernya.

Dia menjelaskan, semua korban diiming-imingi bunga tinggi jika medepositokan uang ke KSPPS Nurul Madinah. Tidak hanya itu, nasabah juga dijanjikan mendapat hadiah seperti TV, masin cuci, handphone dan lainnya dengan mengikuti salah satu program koperasi.

Bahkan, R juga nekat memalsukan tanda tangan pegawai di KSPPS Nurul Madinah.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KSPPS Nurul Madinah, Anggun mengakui bahwa R adalah mantan pegawainya. Ia ® bekerja di KSPPS Nurul Madinan selama dua tahun. “Selama setahun bekerja di sini tidak ada masalah. Menginjak dua tahun, dia (R) mulai membuat ulah dengan menerima nasabah di rumah dan membuat administrasi sendiri. Seolah-olah si R ini menjadi pemilik koperasinya,” beber Anggun.

Anggun mengakui ada banyak keluhan dari nasabah terhadap ulah R. Hingga akhirnya R pun dinonaktifkan sebagai pegawai KSPPS Nurul Madinah. “Banyak nasabah ngomong uang yang didepositokan ke KSPPS tidak kembali. Ini yang membuat kita kecewa. Apalagi R mengatasnamakan kantor,” imbuhnya.

Dia pun menjelaskan bahwa tugas R selama menjadi pegawai adalah menghimpun dana nasabah. Bukan menjemput dana nasabah. “Tugasnya dia ini menghimpun nasabah, beda dengan menjemput dana nasabah. Ada ketentuan tersendiri kalau pick up service, ada surat tugasnya dan itu (dana nasabah) disetorkan ke teller,” terangnya.

Lebih lanjut Anggun mengungkapkan, para nasabah diyakinkan akan memperoleh banyak keuntungan dengan tawaran program tersebut. “Dia (R) menggunakan nama KSPPS Nurul Madinah mulai mencari nasabah, jemput dana dan menawarkan berbagai program,” bebernya.

Bahkan, dia mengaku sudah menyelesaikan nasabah yang tertipu oleh R. “Ada sejumlah nasabah yang susah kita selesaikan secara musyawarah. Dengan membayar kembali uang yang terpakai oleh R,” akunya.

Adapun kerugian pihak KSPPS Nurul Madinah akibat permasalahan ini mencapai sekitar Rp4,5 Miliar. “R diduga telah melakukan penipuan ke para nasabah. Ia juga menawarkan berbagai program ke nasabah tanpa sepengetahuan kantor. R juga diduga melakukan pemalsuan tanda tangan ketua koperasi,” pungkasnya. (nul)