Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Ditafsir Mengalami Kerugian Material

Reporter : Iman - klikjatim.com

Petani bawang merah di desa Junjung kecamatan Sumbergempol Tulungagung memilih memanen bawang merahnya kendati musim panen belum tiba.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Puluhan Petani bawang merah di desa Junjung kecamatan Sumbergempol Tulungagung memilih memanen bawang merahnya kendati musim panen belum tiba.

BACA JUGA :  Samakan Persepsi, Dewan Hakim MTQ Tingkat Kabupaten Jember Diberikan Pembekalan

Tapi hal ini dilakukan untuk meminimalkan kerugian akibat sawahnya yang terendam air selema beberapa hari, usai meluap dan jebolnya saluran air di kecamatan Kalidawir Tulungagung.

Endro, salah satu petani bawang merah di desa Junjung kecamatan Sumbergempol Tulungagung mengaku sudah memanem bawang merahnya kendati masa panen kurang 5 hari lagi.

“Ya memang sudah memasuki masa panen tapi masih kurang 5 hari lagi harusnya panennya,”ujar Endro pada Selasa (23/11) kemarin.

Endro tidak mau mengambil resiko lebih banyak jika tidka segera memanen bawang merahnya, sebab tanaman yang terendam air mengakibatkan bawang merah cepat busuk.

Bahkan tak segan segan diirnya juga menunjukkan bawang merah miliknya yang sudah busuk dan tak bisa diselamatkan karena terendam banjir.

“Kalau sudah busuk ya ndak bisa diual lagi,” jelasnya.

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh Endro maupun petani lain di Tulungagung, dirinya hanya berharap pemerintah memberikan keringanan pada masa tanam selanjutnya dengan menurunkan harga pupuk yang semakin tinggi.

Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DInas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan, sesuai dengan data yang dimilikinya.

Akibat luapan air di saluran air kecamatan Kalidawir dan kecamatan Gondang bebebrapa waktu lalu, total terdapat 42 hektar lahan bawang merah di Tulungagung yang terkena dampaknya.

“42 hektar itu di kecamatan Kalidawir dan Sumbergempol, yang kemarin terendam banjir karena tanggulnya jebol,”jelasnya.

Sejauh ini menurut Gatot, tidak ada laporan bawang merah yang sampai busuk dan tidak bisa dijual, sebab ketika banjir melanda, bawang merah sudah memasuki masa panen dan siap dipetik.

“Ndak sampai busuk mas,kan sudah jadwalnya dipanen jadi sama petani langsung dipetik,” pungkasnya. (rtn)