Terekam CCTV Teriak Allahu Akbar Pembacok Pendekar PSHT Bercadar dengan Celana Cingkrang

Reporter : Ratno Dwi Santo - klikjatim.com

Gambar tangkapan layar dari rekaman CCTV di lokas kejadian sesaat sebelum pelaku membakar sepeda motor pendekar PSHT

KLIKJATIM.Com | Solo – Pelaku pembacok pendekar perguran silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta mengenakan cadar. Sekelompok orang bercelana cingkrang tersebut melakukan pengeroyokan terhadap pendekar PSHT di dua lokasi yang hampir bersamaan. Adegan pengeroyokan dan pembakaran motor nomor polisi AD 5372 VU milik pendekar PSHT sempat terekam kamera CCTV.

Ketua PSHT Cabang Solo Raya Rasiyanto mengatakan para pelaku mengenakan atribut islam. Meski demikian, ia tidak dapat menentukan dari kelompok mana para pelaku berasal. Menurut Rasiyanto, para pelaku berteriak “Allahu Akbar” saat menyerang dan menebas korban dengan pedang.
“Dia pakai celana cingkrang, memakai helm, mukanya ditutup, kemudian dia (pelaku) mengatakan ‘Allahu Akbar’ saat membacok,” ungkap Ketua PSHT Solo Raya seperti dirilis 5news, Rabu (16/9/2020) siang.

Rasiyanto mengatakan kejadian penyerangan ini merupakan kejadian kesekian kalinya. Kelompok tersebut, kberulang kali melakukan aksi kekerasan dan anarkisme. Bukan hanya warga PSHT, aksi serupa juga dilakukan kelompok tersebut kepada masyarakat yang lain secara umum.
“Bukan hanya kepada PSHT. Orang minum-minuman keras tidak diperingati malah langsung ditebas,” ujarnya.

Rasiyanto mengaku telah mengikuti banyak pengajian dan mempelajari agama Islam. Menurut dia, tindakan pelaku bukan merupakan ajaran Islam.Namun ajaran perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan ajaran Islam yang sesungguhnya. “Saya kira itu bukan tindakan Islami. Karena Rasulullah Saw selalu tersenyum saat diganggu dan berdakwah dengan penuh kasih sayang,” kata senior PSHT Surakarta itu.

Ia menerangkan bahwa pendiri PSHT adalah santri dari pondok Tebu Ireng Jombang. Oleh karenanya, ajaran Setia Hati bersumber dari Al Quran dan hadis.
Sebelumnya, empat pendekar PSHT dikeroyok sejumlah pria bercadar di dua lokasi terpisah pada hari Selasa (15/9/2020) dini hari.

Dua korban mengalami penganiayaan di Jl. Slamet Riyadi Dk.Windan Ds.Makamhaji Kec.Kartasura Kab.Sukoharjo sekira pukul 02.30 WIB. Dua warga PSHT lainnya dikeroyok di Jl. Sumpah pemuda No. 144 Genengan, Desa Mojosongo, Jebres sekitar pukul 02.15 WIB.

Akibatnya, keempat korban menderita luka-luka akibat tebasan senjata tajam dan harus menjalani pengobatan rawat inap di rumah sakit.(rtn)