Terapkan Protokol Kesehatan, Warga Malang Gelar Salat Ied

Reporter : Agus Riyanto - klikjatim.com

Warga menerapkan protokol kesehatan dengan mengukur suhu sebelum melaksanakan salat ied di salahsatu perumahan di Kota Malang.

KLIKJATIM.Com | Malang – Kendati ada imbauan untyuk salat ied di rumah, namun sebagian warga Malang tetap melaksanakan salat ied berjamaah di lapangan. Sebagianbesar salat jamaah itu diselenggarakan di perumahan.

BACA JUGA :  Disepakati PSBB Malang Raya Cukup Satu Tahap Saja

Di Kecamatan Dinoyo, Kecamatan Dau, bahkan di Kecamatan Klojen Malang Kota banyak dijumpai warga yang melaksanakan salat ied. Yang terlihat membedakan hanya lokasinya saja. Warga tidak menggelar di dalam masjid namun di lapangan dan jalan perumahan. Mereka juga menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak saf dan kerumunan.

Seperti yang terlihat di Perumahan Bukit Sengkaling Regency Kecamatan Dau. Warga menggelar di lapangan denga menerapkan protokol kesehatan, warga mengikuti salat yang digelar di kawasan perumahan dengan khusyuk.

Salat idul fitri juga terlihat di Perumahan Green Pakis Regency, Kecamatan Pakis. Salat digelar tepat pukul 06.00. Bertindak sebagai Imam dan khotib adalah M Uuk Wiyanto. Uuk yang juga memberikan khotbah usai Salat Idul Fitri digelar tak lupa menyampaikan tentang Pandemi Covid-19. Dia pun mengimbau warga untuk selalu menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah untuk stay at home sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19.

“Kita semua mendapatkan ujian dengan adanya Covid-19 ini. Kita harus bersabar untuk menghadapi semua, dan berdoa agar bencana non alam ini cepat berakhir,” katanya.

BACA JUGA :  Pertamina EP Salurkan Bantuan untuk Warga di Surabaya

Sementara Ketua RT10 RW07, Maksum mengatakan, Salat Idul Fitri digelar di lingkungan perumahan merupakan ide warga. “Awalnya kemarin beberapa warga datang ke rumah untuk mengusulkan diadakan Salat Idul Fitri di lingkungan perumahan. Saya pun menyetujui,” kata Maksum.

Dia mengaku setuju karena banyak warga perumahan yang tahun ini tidak mudik alias berada di rumah aja. “Setelah saya setuju, kemudian mencari imam dan khotib salat. Alhamdulillah di perumahan ini ada warga yang mumpuni,” kata Maksum. (hen)