Tekan Zona Merah, Pemkab Gresik Laksanakan Program Tangguh Menyeluruh

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Bupati Sambari Halim Radianto mendampingi Gubernur Khofifah dan pejabat Forkopimda Jatim dalam menggerakkan program desa tangguh belum lama ini.

KLIKJATIM.Com | Gresik – Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Gresik terus melakukan sejumlah langkah untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Kebijakan itu di antaranya meningkatkan program tangguh di sejumlah elemen kegiatan masyarakat.

BACA JUGA :  Gubernur Minta Media Mengedukasi Warga Cegah Covid-19

Ketua Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Gresik, Sambari Halim Radianto menjelaskan, program tangguh digelar gabungan bersama sejumlah unsur. Di antaranya Polres Gresik, Kodim 0817, Dinas Kesehatan, RSUD Ibnu Sina, Kesbangpol Linmas, Satpol PP serta seluruh perangkat mulai desa kelurahan kecamatan hingga OPD terkait.

“Tim pos gabungan Kabupaten Gresik secara periodik melakukan pengamatan, patroli, pemantauan hingga penindakan jika ada pelanggaran terhadap protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam peraturan bupati,” jelas Sambari Halim Radianto.

Ketua Gugus Tugas yang juga Bupati Gresik ini menyebutkan, hingga Kamis (30/7/2020) Kabupaten Gresik telah melaksanakan pembentukan program tangguh. Masing-masing 330 Desa Tangguh, 26 Kelurahan Tangguh, 379 tempat ibadah tangguh. Kemudian 70 lokasi pasar tangguh. 16 industri atau perusahaan tangguh,.

“Ada juga 16 sekolah tangguh 11 destinasi wisata tanggu, rumah kaman dan kafe tangguh ada 11 lokasi. Serta ponpes tangguh ada 37 lokasi. Serta panti asuhan tangguh dan hotel tangguh masing-masing di satu titik lokasi,” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ini.

BACA JUGA :  Pupuk Kaltim Kembangkan Kemitraan Berkelanjutan

Dijelaskan, usai melaksanakan PSBB hingga 3 jilid, pihaknya melaksanakan new normal life berdasarkan Perbup 22/2020. Kendati demikian, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 terus bertambah. Namun jumlah pasien yang sembuh juga terkonfirmasi cukup tinggi. Hingga Kamis (30/7/2020) sudah ada 1.052 pasien yang sembuh. “Secara persentase cukup besar yakni 67 persen dari jumlah yang terkonfirmasi positif,” jelas Sambari.

Dikatakan, melihat perkembangan angka kesembuhan yang besar sementara yang terkonfirmasi positif turun, pihaknya bertekad untuk terus melaksanakan tracing dengan pemeriksaan secara besar-besaran. “Kami perkuat protokol kesehatan di seluruh aspek sosial masyarakat, tracing masif, kami akan menangani untuk kesembuhannya. Harapan kami Kabupaten Gresik bisa turun dari zona merah menjadi zona kuning atau hijau sekaligus,” ujar Bupati Gresik.

Bupati meminta masyarakat lebih menanamkan disiplin untuk selalu memakai masker, melaksanakan physical distancing dan selalu melaksanakan hidup bersih dan sehat. “Kewaspadaan kita semua untuk peduli terhadap lingkungan kepada tetangganya, masyarakat sekitarnya dan untuk selalu berkoordinasi dengan tim tanggap darurat di desa. Pak Kepala Desa agar selalu bermusyawarah dengan masyarakatnya terutama dengan para Ketua RT dan Ketua RW yang ada di wilayahnya,” pungkas Sambari Halim Radianto. (hen)