Target PAD Mojokerto Dari Sektor Pariwisata Kurang 14 Persen

Reporter : Tsabit Mantovani - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Mojokerto—Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto sudah mencapai 86 persen. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto optimis kekurangan 14 persen bisa ditutup sebelum akhir tahun.

BACA JUGA :  Gubernur Pastikan Mahasiswa Unesa di Wuhan Segera Dievakuasi

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan tahun 2020 ini karena ada refocusing anggaran untuk penangganan Covid-19 sehingga target PAD dari sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto menjadi Rp5,8 miliar. “Saat ini sudah 86 persen,” ungkapnya, Sabtu (21/11/2020).

Masih kata Amat, dari jumlah tersebut ada kekurangan sebesar 14 persen atau sekitar Rp800 juta. Pihaknya memastikan jelang akhir 2020, kekurangan bisa terpenuhi. Ini menyusul sejumlah wisata di Kabupaten Mojokerto sudah mulai dibuka kembali.

“Kurang Rp800 juta, saya yakin bisa menutup. Karena akhir pekan saat ini, banyak wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Mojokerto seperti ke Pacet maupun Trawas. Karena di masa pandemi banyak masyarakat perkotaan justru datang berlibur ke hutan seperti ke air panas maupun Air Terjun Dlundung,” katanya.

Amat menjelaskan, target PAD sebesar Rp5,8 miliar tersebut dari 12 tempat wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Di masa pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret lalu, berdampak ke sejumlah tempat wisata di Kabupaten Mojokerto.

“Iya, cukup berdampak. Namun alhamdulillah sekarang sudah buka meski menerapkan protokol kesehatan. Karena sebelum buka, kita pastikan APD (alat pelindung diri), tempat cuci tangan dan bilik disinfektan maupun thermogun sudah ada. Bahkan di wisata yang dikelola swasta, kita juga berikan bantuan,” ujarnya.

Sebelum Pemkab Mojokerto mengizinkan tempat wisata buka, menurut Amat, ada tim evaluasi yang berkeliling memastikan tempat wisata sudah layak untuk dibuka. Jika tempat wisata tersebut sudah mengantongi sertifikat layak buka maka diperbolehkan beroperasi kembali.

“Semua bertujuan agar masyarakat yang akan mengunjungi Kabupaten Mojokerto merasa nyaman dan aman. Kita tetap mengimbau kepada masyarakat yang berlibur agar selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun yang sudah disiapkan di tempat-tempat wisata,” ujarnya.

Menurutnya, tempat wisata di Kabupaten Mojokerto merupakan wisata yang sehat nyaman aman bagi para pengunjung. Di setiap tempat wisata, lanjut Amat, ada petugas yang berkeliling memberikan himbauan-himbauan pada para pengunjung agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Ada petugas khusus yang membawa speaker keliling untuk mengingatkan kepada pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan, ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan mencegah kluster di tempat wisata,” tegasnya. (hen)