Tanya Penyebab Sakit Pasien, Anggota Dewan Mengaku Dibentak Oknum Dokter RSUD Bangil

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono menyesalkan sikap oknum seorang dokter RSUD Bangil berinisial W. Pasalnya sebagai masyarakat dia merasa mendapatkan perilaku tidak menyenangkan, saat bertanya terkait penyebab sakit pasien yang sedang dijenguk.

“Saya heran, padahal hanya tanya penyebab penyakit yang diderita si pasien malah (oknum dokter) membentak gak karuan,” ujar Joko Cahyono, yang merupakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa (8/10/2019).

Insiden tak menyenangkan ini terjadi, cerita Joko, bermula saat dirinya datang menjenguk pasien bernama Eko B.S yang dirawat di ruang HCU lantai III. Lalu, dia bertanya kepada seorang dokter terkait kondisi kesehatan si pasien.

BACA JUGA :  Pura-Pura Ngopi, Pulang Curi Hp

“Sel darah putih si pasien terakhir 116. Padahal tiga hari lalu, 161. Ketika saya ingatkan si dokter, apa gak salah informasi tapi malah membentak nggak karuan,” menurutnya.

“Saya nggak peduli kamu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), suami saya tentara,” ucap Joko, saat menirukan omongan si dokter kala itu.

Politisi Partai Nasdem ini mengaku, sangat menyayangkan sikap arogansi oknum dokter tersebut. Seharusnya dokter tidak bersikap demikian.

BACA JUGA :  Tercatat 135 Penderita DBD, 3 Pasien Meninggal

“Harusnya itu berperilaku profesional dalam menangani pasien, khususnya pasien-pasien yang kritis. Dan pihak manajemen RSUD harus melakukan evaluasi dalam memilah dan memilih dokter, agar tidak arogan,” imbuhnya.

Dia menilai, bahwa perilaku oknum dokter tersebut berseberangan dengan kode etik. Karena profesi dokter seharusnya memberikan keterangan dan penjelasan detail yang dibutuhkan oleh keluarga pasien.

Sementara itu, Humas RSUD Bangil, Hayat saat dikonfirmasi berjanji akan menindak lanjuti keluhan tersebut. “Secepatnya akan kami selesaikan persoalan ini agar tidak semakin panjang,” katanya saat dikonfirmasi.

Namun, untuk saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan dengan rinci. Sebab oknum dokter yang diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan tersebut belum diklarifikasi.

“Kebetulan saat ini yang bersangkutan (oknum dokter) belum kami klarifikasi,” pungkasnya. (dik/hen)