Tangkap Penjual Pupuk Bersubsidi, Pelaku Warga Tutur Tak Ditahan

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Polisi menunjukan barang bukti pupuk subsidi. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Unit II Pidek Satreskrim Polres Pasuruan membongkar praktik penjualan pupuk bersubsidi ilegal di wilayah Kabupaten Pasuruan. Modusnya, pelaku Aliyas warga Kecamatan Tutur, membeli pupuk subsidi ke petani yang mendapat jatah dengan harga murah.

Nah, dari hasil pembelian pupuk subsidi tersebut ditimbun di Gedung milik Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan terletak di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur. Lalu dijual ke petani rumput gajah dan kentang dengan harga non subsidi. 

Polisi yang sudah mengendus kasus ini langsung menangkap pelaku Aliyas saat membeli pupuk subsidi ke rekannya berinisial M. Barang bukti yang diamankan berupa pupuk subsidi sebanyak satu mobil pikup. 

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo melalui Kanit Ekonomi Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Wachid S Arief mengatakan, pelaku telah membeli pupuk subsidi ke rekannya dengan harga non subsidi. Lalu, pupuk tersebut ditimbun oleh pelaku di gudang milik KPSP Setia Kawan.

“Pelaku AS terbukti melakukan tindak pidana tanpa izin memperjualbelikan barang dalam pengawasan pupuk bersubsidi,” ujar Kanit Ekonomi, Jumat (18/11/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pelaku menjual pupuk bersubsidi tersebut ke petani dengan harga non subsidi. Pelaku membeli pupuk bersubsidi dengan harga Rp190 ribu dan dijual lagi seharga Rp225 ribu per saknya.

Kata Ipda Wachid, pelaku Aliyas mengaku sudah menjalankan bisnis jual beli pupuk bersubsidi secara ilegal ini selama 3 bulan terakhir. “Pelaku ambil keuntungan sebesar Rp35 ribu per sak dengan cara petani setempat datang membeli ke gudang,” ungkapnya.

Selanjutnya, polisi melakukan penggerebekan ke gudang tempat terduga pelaku menimbun pupuk bersubsidi terjadi pada Senin (14/11/2022). Yaitu sekitar pukul 16.00 WIB.

Adapun barang bukti yang diamankan ke Mapolres Pasuruan, sebanyak 24 sak pupuk urea bersubsidi. “Kami amankan juga pikap Mitsubishi L300 nopol N-8187-TL milik pelaku,” tuturnya.

Dalam kasus ini pelaku Aliyas dijerat Pasal 6 ayat 1b Undang-undang Darurat RI Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Junto Pasal 8 PP Pengganti UU/8/1962 Tentang Perdagangan Barang-Barang Dalam Pengawasan Junto Pasal 2 ayat (1) Perpres/77/2005 Tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam Pengawasan.

Walaupun demikian, polisi tidak melakukan penahanan terhadap pelaku Aliyas. Namun hanya wajib lapor.

“Ancaman hukumannya 2 tahun penjara,” tambah Ipda Wachid. (nul)