Tangkal Radikalisme dan Intoleransi, Bupati Jember Kukuhkan Pengurus FKUB dan FPK

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Foto bersama Bupati Jember dan pengurus FKUB

KLIKJATIM.Com | Jember–Untuk menangkal radikalisme, intoleransi dan memperkuat moderasi beragama, Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto mengukuhkan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jember di Aula PB. Sudirman, Kantor Pemkab Jember, Rabu (24/11/2021).

BACA JUGA :  Petrokimia Gresik Pinjamkan 50 Bed ke Pondok Rehabilitasi Covid Stadion Gejos

Bupati Hendy usai mengukuhkan FKUB dan FPK Jember menyatakan, masyarakat Indonesia, khususnya Jember sudah harus mampu mengedepankan toleransi di tengah keberagaman karena sejatinya Indonesia terbentuk dari keberagaman. Oleh sebab itu, penting setiap warga negara memiliki wawasan kebangsaan.

Menurutnya, penanaman wawasan kebangsaan sangat penting dalam menjamin kesatuan bangsa Indonesia.

Bupati Jember menyampaikan, perilaku intoleran masih menjadi momok yang paling menakutkan saat ini. Pasalnya, ia tidak sekadar berkutat pada tataran ujaran kebencian, tidak menghargai perbedaan dan klaim otoritas kebenaran, melainkan bertransformasi menjadi aksi kekerasan, memaksakan kehendak, gerakan radikal hingga aksi terorisme.

Bahkan lebih dari itu, intoleransi dapat mengancam terhadap keutuhan NKRI. Itu artinya, perilaku ini seakan menjadi ‘bom waktu’ bagi bangsa Indonesia yang setiap saat bisa meledak kapan dia mau. Apalagi, di tengah keragaman dan multikulturalisme yang di miliki bangsa Indonesia, perilaku intoleran seakan telah menemukan momentumnya kembali.

Tak jarang, pemicu utama lahirnya sikap intoleransi di tengah masyarakat adalah agama.

“Di sini lah peran FKUB dan FPK menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat kita,” ungkap Bupati Hendy.

Bahkan, Bupati Hendy ingin kepengurusan FKUB dan FPK sampai ke desa-desa untuk memberikan pendampingan guna memperkecil potensi terjadi perpecahan di tengah masyarakat.

Selain itu, wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh elemen bangsa agar menempatkan kesatuan, persatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas segala-galanya, baik kepentingan pribadi maupun kelompok yang dapat merugikan terhadap bangsa Indonesia.

“Karenanya, ia dapat menjadi fondasi utama untuk merekatkan bangsa di tengah keberagaman dan multikulturisme Indonesia,” pungkasnya. (bro)