Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Lima ABK TB Mitra Jaya XIX Dihentikan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Tim SAR saat melakukan pencarian lima ABK yang Kapal toug boat TB Mitra Jaya XIX yang terbalik di perairan Gresik. Faiz/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Tim SAR resmi menghentikan pencarian 5 Anak Buah Kapal (ABK) kapal Tugboat TB Mitra Jaya XIX yang terbalik di perairan Karang Jamuan Gresik. Operasi pencarian telah berlangsung selama 10 hari.

BACA JUGA :  Menilik Destana Sukomulyo, Penegakan Protokol Kesehatan Tak Bisa Ditawar

“Iya benar dihentikan kemarin, Senin (1/2) kemarin , karena memang tidak ada tanda-tanda barang temuan yang mendekati lima korban,” Kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Perwira Jaga KSOP Gresik Hendro Cahyono, Selasa (2/2/2021).

Saat ini posisi kapal juga masih terbalik yang telah diseret ke bibir pantai Ketapang Sampang Madura. Dan pihak perusahaan kapal juga akan melakukan evakuasi kapal. “Pihak perusahaan juga akan melakukan evakuasi kapal yang masih di bibir pantai Sampang Madura,” tambahnya.

Pencarian dilakukan sejak insiden itu terjadi, dan diterima informasi kuat bahwa lima ABK TB Mitra Jaya XIX hilang. Tugboat nahas itu ditemukan dalam kondisi terbalik di jarak lima nautical mile dari titik tabrakan. Kuat dugaan 5 ABK yang hilang masih terjebak di dalam TB Mitra Jaya XIX yang tenggelam yang posisi badan kapalnya terbalik.

Penyelaman dilakukan oleh tim gabungan. Namun, mereka kesulitan menemukan tanda-tanda keberadaan korban karena pintu tugboat terkunci dari dalam. Jarak pandang penyelam sangat pendek karena terganggu sebaran pasir dari arus bawah laut.

Sedangkan opsi menarik kapal ke lokasi lebih dangkal, atau membalikkan badan kapal belum berhasil karena cuaca buruk yang menyertai proses pencarian.

Diketahui, lima korban yang dilaporkan hilang diantaranya Fakhtur (48), Himawan (27), Arif Maulana (47), Ulil Amri (57) dan Budiantoro (50). Mereka dinyatakan hilang setelah TB Mitra Jaya XIX yang sedang tolak TK Makmur Abadi V terbalik akibat tertabrak oleh KM Tanto Bersinar di buoy 3 Karangjamuang.

Tim SAR pencarian terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Surabaya, stasiun radio pantai Stasiun Radio Pantai (SROP) Surabaya dan Bawean, Polair Polda Jatim, Kapal Negara (KN) SAR Antasena, Syabandar Perak, Layanan lalu lintas kapal Vessel Traffic Service ( VTS ) Surabaya, serta masyarakat setempat. (rtn)