Tak Ada Pembeli, Petani Tembakau di Jember Ngamuk

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Foto: Istimewa

KLIKJATIM.Com | Jember—Beberepa hari terakhir ini viral petani di Jember merusak tanaman tembakau yang ditanam. Para petani di Desa Candiaji, Kecamatan Jebluk, Jember itu kesal lantaran tembakau yang ditanamnya taka da yang membeli.

Aksi perusakan lahan ini terekam video amatir dan viral di media sosial. Dalam video tersebut petani tembakau terlihat menebang tanaman tembakau sekenanya dan membuangnya begitu saja. Aksi ini dilakukan sambil mengumpat dengan kalimat ‘tak laku’.

BACA JUGA :  Syuting 'Lara Ati' di Surabaya, Bayu Skak Sowan Pemkot

“Di musim seperti ini, biasanya tembakau menjadi daun emas. Harganya mahal. Tetapi, saat ini yang terjadi sebaliknya. Tembakau kami tidak ada yang membeli,” kata salah seorang petani tembakau Jumantoro.

Jumantoro mengatakan, kondisi ini terjadi karena gudang tembakau di Jatim masih belum buka akibat pandemi covid-19, sehingga tengkulak tidak berani membeli. Dampaknya, petani yang merugi. Pasalnya, saat ini tanaman tembakau sudah memasuki musim panen.

“Kalau sampai seminggu tidak ada yang membeli, ya terpaksa kami tebang dan buang. Kita ganti jagung saja atau tanaman yang lain,” katanya.

BACA JUGA :  Update Corona Jatim 25 April: Positif Tambah 78 Orang, Meninggal 11 Orang

Jumantoro mengatakan, akibat kondisi ini, para petani tembakau di Jember merugi. Untuk satu lahan tembakau, rata-rata para petani rugi hingga Rp10 juta.

“Biaya perawatannya mahal, termasuk pupuknya. Apalagi, sebagian besar petani di sini menyewa lahan,” ujarnya. (hen)