Tagih Janji Wali Kota Eri, Pengusaha Warkop Surabaya Ancam Jualan Kopi di Balai Kota

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Paguyuban Warung Kopi (Warkop) Surabaya mengancam bakal menggelar aksi massal dengan berjualan di Balai Kota Surabaya. Ancaman ini bakal dilakukan, jika Wali Kota Eri Cahyadi tidak menepati janjinya.

BACA JUGA :  Warga Malaysia Meninggal di Tol Gresik, Mulutnya Keluar Cairan

Disampaikan, bahwa ketika itu Wali Kota Eri Cahyadi berjanji akan mencabut aturan jam malam. Adapun syaratnya pemilik warkop di Surabaya diminta mentaati instruksi Pemerintah Kota (Pemkot) terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) dan membentuk Satgas Covid-19 mandiri.

“Kami sudah melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Pemkot. Kami hanya menagih janji Pak Eri Cahyadi yang akan mencabut peraturan jam malam bagi warkop di Kota Surabaya,” tegas Ketua Paguyuban Warkop Surabaya, Husin Ghozali pada Selasa (8/6/2021) kemarin.

Selanjutnya dalam merespon ancaman dari Paguyuban Warkop Surabaya tersebut, Pemkot akhirnya memanggil para pengusaha tersebut untuk mengikuti rapat koordinasi pada Rabu (9/6/2021) siang. Tapi setelah rapat bukannya sumringah, justru para pemilik warkop terlihat tak puas. Pasalnya mereka tidak mendapatkan titik temu dengan Pemkot Surabaya.

“Intinya dari pihak pemerintah bilang kalau di Surabaya masih belum memungkinkan untuk dibuka normal kembali. Tapi kita tetap akan memperjuangkan dari teman-teman paguyuban akan memperjuangkan aspirasi dari pemilik warkop atau UMKM yang ada di bawah itu,” ujar Juru Bicara Paguyuban Warkop Surabaya, Miftahul Ulum.

Karena itu, ancaman ratusan pemilik warkop tersebut tetap berlaku dan secepatnya meluruk Balai Kota Surabaya. “Kita akan cari cara lain. Sesuai kita sampaikan, bisa jadi kita akan buka beneran itu warkop-warkop di Balai Kota, perjuangan kita belum selesai,” tegasnya.

Ulum menyampaikan, pihaknya merasa dibohongi dengan janji manis Eri Cahyadi beberapa waktu lalu. “Sebenarnya kita sama-sama sepakat, bahwa Covid-19 itu ada dan kita tetap menjalankan protokol kesehatan ya sesuai instruksi,” tandasnya.

Terpisah, Anggota Satgas Covid-19 Surabaya perwakilan IDI Surabaya, dr Meivya Isnoviana menjelaskan, pihaknya bersama Pemkot Surabaya belum bisa mengabulkan permintaan pengusaha warkop. Karena situasi pandemi di Surabaya yang masih memanas.

“Sekarang belum bisa, apalagi ada kasus dari tetangga sebelah di Bangkalan. Itu kan banyak dan situasinya belum memungkinkan dan sebenarnya kalau kita sikapi dengan bijak, kehidupan yang sekarang ini tidak bisa sama persis dengan selama pandemi, itu harus disadari bersama,” katanya.

Dia meminta kepada para pemilik warkop untuk tetap bersabar hingga pandemi ini bisa terurai dengan baik. Sehingga keputusan yang dilakukan Pemkot Surabaya dinilai sudah tepat.

“Jadi mari kita kembalikan ke road-nya. Sebenarnya kan tidak dilarang kan, namun batasannya kan sampai jam 10 malam. Sebenarnya kan bukannya nggak boleh. Dan kalau perputaran ekonomi di malam hari kan lebih sedikit sebenarnya,” tandasnya. (nul)