Surabaya Masih Jadi Barometer Ekonomi Jatim, Tapi Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Gubernur Khofifah saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap di bawah kepemimpinan Eri-Armuji, Kota Surabaya tetap menjadi barometer kebangkitan ekonomi di Jatim. Sebab, PDRB Jatim disumbang Surabaya hingga 24,11 persen.

BACA JUGA :  Misteri Pembunuhan di Akses Suramadu, Polisi Masih Meraba

Khofifah mengatakan, PDRB Jatim sendiri menyumbang 14,67 persen terhadap PDRB Nasional. Karena itu, ia meminta agar apa yang sudah dicapai Kota Surabaya tetap dipertahankan, terlebih ditingkatkan lagi.

“Ini menjadi bagian yang penting, ini tidak boleh ada pelemasan atau pelemahan, jadi semua harus pada proses percepatan untuk membangun kebangkitan ekonomi di Jawa Timur terutama episentrumnya, yang menjadi sentra ini adalah Surabaya,” ujar Khofifah, Senin (1/3/2021).

Sinergitas dan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim juga diminta terus ditingkatkan. Pasalnya, 218 proyek strategis nasional yang tertuang dalam Perpres 80/2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jatim, sebanyak 77 proyek ada di wilayah Gerbangkertasusila, dan sebagian besar ada di Surabaya.

“Ini yang juga kami pesankan supaya ada sinergitas pasca pandemi covid ini, jadi sekarang sesungguhnya preconditioning nya sudah bisa dilakukan karena provincial office dari PSN tersebut ada di Bappeda Provinsi Jawa Timur,” jelas Khofifah.

Khofifah juga menginisiasi terbentuknya sister city antara Surabaya dan Sampang. Sebab, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya sangat tinggi yakni 82 persen. Jumlah ini tak sepadan jika dibandingkan dengan Kabupaten Sampang yang hanya sekitar 62 persen.

“Saya ingin mengajak semacam Sister City, ada SDM-SDM dari Surabaya yang akan mensupport percepatan penguatan IPM di Sampang,” pintanya.

Kendati demikian, Khofifah berharap ada upaya percepatan dan intervensi secara detail yang dilakukan Pemkot Surabaya terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Disebutkan, AKI dan AKB Surabaya berada di urutan 5 besar.

“Harus dilakukan intervensi secara detail dan mungkin dengan sinergitas yang lebih komprehensif, saya rasa InsyaAllah kalau sinergitas itu terus dilakukan bisa memberikan penurunan secara lebih signifikan terhadap angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Surabaya,” terangnya. (mkr)