Sudah 12 Tahun Kelompok Belajar di Bojonegoro Ini Belum Milik Tempat Belajar, Pernah Sewa Rumah Warga

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro–Kelompok Belajar (KB) Nurul Ummah di Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini belum memiliki gedung belajar permanen. Padahal, lembaga tersebut telah berdiri sejak 2008.

BACA JUGA :  Sah! Gus Yani Bupati, Bu Min Wakil Bupati Gresik

Kepala KB Nurul Ummah, Siti Marfuatun Qomariyah mengatakan, setiap tahun ajaran baru selalu menerima peserta didik tak kurang dari 40 anak. Selama ini tempat belajar menggunakan gedung TPQ desa setempat.

“Pernah juga pinjam rumah warga untuk belajar anak-anak,” katanya, Selasa (29/12/2020).

Menurut Marfuatun, sejak berdiri hingga sekarang sudah empat kali berpindah-pindah tempat belajar. Akibat sering pindah tersebut, beberapa alat peraga belajar (APB) untuk anak-anak itu sering hilang.

“Kalau dibilang capek, ya, capek pindah-pidag terus. Tapi bagaimana lagi ini untuk belajar dan masa depan anak-anak,” keluhnya.

Marfuatun mengatakan, sudah berkali-kali mengajukan proposal permohonan pengadaan dan pembangunan gedung belajar kepada pemerintah. Namun, hingga saat ini belum ada tembusan.

“Sudah berkali-kali (mengajukan proposal). Sampai lupa menghitungnya,” ungkapnya.

Adanya kelompok belajar yang belum memiliki gedung itu pun sampai di telinga wakil rakyat. Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, akan menyampaikan adanya lembaga pendidikan yang belum memiliki gedung permanen.

“Saya baru dengar ini. Informasi ini akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan. Kebetulan masalah pendidikan juga ada di bawah komisi C,” kata politisi Partai Golkar.

Dikatakan Supriyanto, jika memang syarat adiministrasi lembaga telah terpenuhi, mestinya pemerintah wajib mengalokasikan operasional pendidikan khususnya yang berkaitan dengan ruang belajar.

“Apalagi kalau melihat jumlah peserta didiknya cukup banyak. Kalau syarat administrasinya terpenuhi harus segera ditindaklanjuti dinas terkait,” paparnya. (mkr)