Suami-Istri dan Mertua di Surabaya Sekongkol Rampas HP Perempuan, Hasilnya Dijual ke Pasar Maling

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya–Pasangan suami istri (pasutri) dan mertua di Surabaya kompak jadi perampas handphone (HP). Aksi perampasan itu telah dilakukan beberapa kali sebelum akhirnya satu keluarga ini dibekuk aparat Polsek Semampir.

[irp]

Ketiga pelaku ini AS (38)  Warga jalan Setro baru utara 4 101 RT. 003 RW 003 Kel. Dukuh Setro Kec. Tambaksari Surabaya. Pelaku AS telah berkomplot dengan anak perempuannya JA (23) serta menantunya RM (21).

Yang pertama kali ditangkap RM. Saat ditangkap, RM didapati membawa senjata tajam. Dari penangkapan itu, petugas kemudia berhasil membekuk mertua dan istri RM.

“Pelaku memulai aksinya dari sosial media facebook. Modus pelaku mengajak korbannya ngobrol urusan bisnis, ketika asyik ngobrol dengan pelaku JA, kemudian dua pelaku AS dan RM kemudian datang dan menodongkan senjata tajam kemudian merampas HP korban,” kata Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus, Senin (14/9/2020).

Menurut Aryanto, terakhir para pelaku beraksi di Lapangan Dwikora Sawah Pulo, Surabaya. Korbannya seorang perempuan. Pelaku sudah berkali-kali beraksi di wilayah hukum Polsek Semampir.

“Usai mendapat HP rampasan langsung dijual ke Pasar Maling Wonokromo,” ungkapnya.

Setiap hasil dari penjualan itu para pelaku membaginya. Terakhir, usai menjual HP rampasan senilai Rp 700 ribu, pelaku AS mendapat jatah Rp 200 ribu.

“Sisanya buat anak dan menantunya, alasannya untuk membayar biaya kos,” kata kapolsek.

Dari hasil penangkapan terhadap para pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa, 1 (satu) buah dos Book Handphone Merk OPPO type F9 dan 1 (satu) buah senjata tajam jenis pisau penghabisan serta 1 ( satu ) unit sepeda motor jenis Yahama Mio Soul warna merah No. Pol. L – 4153 RX.

“Untuk mempertangung jawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke 2 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dan atau kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau penghabisan Pasal 2 ayat (1) UUD Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam,” tegas Kompol Aryanto. (hen)