Stok Gula Pasir di Gresik Tersedia Hingga Lebaran

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Kepala Diskoperindag Agus Budiono didampingi Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan anggota TNI saat melakukan sidak di Pasar Baru. Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Ketersidiaan sembako di Kabupaten Gresik masih aman untuk empat bulan ke depan. Hal itu dipastikan setelah digelar inspeksi mendadak (sidak) gabungan yang dilakukan Dinas Koperasi, Usa Mikro, Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) dan TNI-Polri di Kabupaten Gresik.

Sidak gabungan itu dilakukan di Pasar Baru Gresik di Jalan Gubernur Suryo. Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga sembako di Gresik stabil di tengah mewabahnya virus corona atau covid-19.   

Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono mengatakan, hasil sidak yang dilakukan di Pasar Gresik harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya masih stabil. Tidak ada lonjakan harga yang signifikan dari sejumalah sembako.\

[irp]

“Hanya gula dan empon-empon saja yang ada kenaikan agak tinggi. Sehari-hari kita menerima laporan, dan kita laporkan kepada ketua satgas pangan Kapolres Gresik setiap minggunya,” katanya.

Agus menegaskan, harga sembako di Kabupaten Gresik akan tetap stabil dan tidak akan terjadi kelangkaan yang menyebabkan tingginya harga. Dia meminta agar masyarakat tidak panic atas informasi yang tersebar. Terkait gula, Agus menyatakan, di Kabupaten Gresik stok gula masih mencukupi hingga hari raya mendatang.

“Kita sudah memastikan ke agen-agen mulai seminggu yang lalu hingga hari ini sampai hari raya sekitar 4 ton untuk gula pasir, sedangkan beras dan lainnya aman,” tambahnya.

[irp]

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo juga meminta warga tidak bingung dengan ketersediaan sembako di Kabupaten Gresik. Dia memastikan sembako di Gresik melimpah dan harganya stabil.

“Ketersediaan di Pasar masih melimpah dan ada, sehingga tidak perlu borong sembako,” katanya.

Sebagai Kertua Satgas Pangan di Gresik, Kusworo juga telah menggerakkan serta menempatkan  personilanya di setiap pasar, swalayan, dan tempat perbelanjaan.

“Kami sebar untuk memonitor apakah ada spekulan-spekulan yang memborong sembako atau tidak,” ujar mantan Kapolres Jember itu. (iz/mkr)