Staf Kemenag Pasuruan Ditahan Polisi Karena Tipu Calon ASN

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Pasuruan – MR, Staf Kemenag Kabupaten Pasuruan akhirnya ditahan. Dia ditahan setelah penyidik Polres Pasuruan Kota menetapkannya sebagai tersangka dalam laporan dugaan penipuan dan penggelapan oleh ST. 

BACA JUGA :  Wabup Moh Qosim Buka Dua Wisata Religi Andalan Gresik Untuk Umum

MR ditahan Jumat (17/9) sore oleh Satreskrim Polres Pasuruan Kota di rumahnya di Kecamatan Gondangwetan. Dia ditahan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolresta.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti Pria Laksana mengungkapkan, MR ditetapkan menjadi tersangka untuk dua laporan. Pertama, laporan oleh Sj pada bulan Juli. Dan terakhir laporan oleh St.

Sejauh ini, MR memang telah mengembalikan kerugian yang dialami oleh Sj sebesar Rp 130 juta dari total kerugian Rp 285 juta. Sementara kerugian yang dialami St sebesar Rp 325 juta, belum dikembalikan sama sekali. Namun, meski MR sudah berupaya mengembalikan, proses penyelidikan tetap berlanjut.

“Dalam gelar perkara yang kami lakukan, laporan dari St pada terlapor sudah memenuhi unsur kelengkapan alat bukti minimal dua buah. Penyidik akan tetap kooperatif dan menyelidiki laporan dari St dan Sj. Dan saat ini MR sudah ditahan,” ungkap lulusan Akpol 2013 itu.

Kuasa hukum pelapor, Kudus Surya Dharma berharap agar laporan pada MR diproses sesuai prosedur. Apalagi MR telah ditetapkan sebagai tersangka. Ini menunjukkan bahwa MR terbukti melanggar pasal 372 tentang Penggelapan atau pasal 378 tentang Penipuan.

“Dua laporan untuk MR sebagai terlapor telah dinaikkan jadi tersangka. Maka kami harap jangan sampai seperti laporan oleh Sj di mana sudah jadi tersangka, tapi tidak ditahan. Apalagi ancaman hukuman di atas lima tahun,” terang Surya.

MR, 59, salah satu pegawai Kemenag Kabupaten Pasuruan dilaporkan ke Polres Pasuruan Kota pada 2020. Ia diduga menggelapkan uang sejumlah pihak dengan menjanjikan mereka lolos tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dua korban melaporkannya ke Polres Pasuruan Kota dan mengaku mengalami kerugian Rp 610 juta. Yaitu, Sj dan St.

Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan, Mochammad As’adul Anam menyebut, pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan. Kemenag tidak akan ikut campur dalam penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Apalagi perbuatan yang dilakukan MR atas upaya pribadi.

“Terkait status kepegawaian, kami akan proses sesuai aturan kepegawaian. Namun sampai saat ini kami belum mendapatkan tembusan tentang penetapan dan penahanannya sebagai tersangka,” pungkasnya. (*)