Sssttt,,,Pak Kasun di Kecamatan Balen Bojonegoro Kena Razia

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Salah satu Kasun di Desa Sekaran (pakai baju dinas) menjalani sidang di tempat setelah terjaring operasi disiplin protokol kesehatan. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro tak pandang bulu. Walaupun seorang perangkat desa, tetap saja harus disidang dan bayar denda.

BACA JUGA :  Pandemi Covid-19, Tingkatkan Imun Ala Happy Asmara Dengan Basah-basahan

Salah satunya adalah Kepala Dusun (Kasun) di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Ahmad Zaini. Pantauan di lapangan, perangkat desa yang tampak mengenakan seragam dinas coklat tersebut mengikuti sidang di tempat di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Senin (21/9/2020).

Ketika ditanya klikjatim.com, Ahmad Zaini mengaku sejatinya sudah menggunakan masker. Hanya saja, tidak digunakan dengan tepat. Menurutnya dipakai di salah satu telinga sehingga terlihat menggantung di balik helmnya.

Saat itu dirinya akan ke bank. Ternyata ada razia protokol kesehatan Covid-19, sehingga ikut diberhentikan petugas karena tidak memakai masker secara benar.

“Iya, saya tidak memakai masker secara benar,” imbuh Zaini, yang juga merupakan tim satgas penanganan Covid-19 di tingkat Desa Sekaran.

Kepala Satpol PP Bojonegoro, Arief Nanang menuturkan, penegakkan disiplin ini mengacu sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur Nomor 35 Tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan, serta Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Perda 1/2019, Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Hari ini ada operasi (razia) masker dan langsung sidang di tempat,” ujar Arief.

Bagi masyarakat yang kedapatan tidak mematuhi peraturan akan ditindak tegas. Salah satunya tidak memakai masker bisa dikenakan sanksi administrasi berupa denda Rp 50 ribu dan Rp 75 ribu. Atau, berupa kurungan selama satu hingga dua hari apabila tidak bisa membayar dendanya.

“Operasi yustisi covid ini ada di 5 titik hari ini. Dan kami langsung melakukan penindakan sidang di tempat,” pungkasnya. (nul)