Splash Dicium KA Komuter Bangil, Sekeluarga Jadi Korban

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Kereta Api (KA) Komuter Line jurusan Bangil-Surabaya menabrak mobil Suzuki Splash di perlintasan KA tanpa palang, Beji Pasuruan, Munggu (20/9/2020) siang. Akibat kejadian penumpang mobil 1 orang meninggal dunia, 1 lainya luka berat  dan satu lainnya selamat.

(hen)

Korban adalah sekeluarga yangbada di dalam mobil Suzuki Splash nopol N 559 VH warma silver. Korban meninggal dunia adalah Yema Susilowati, istri Abdul Rokhim (36) pengemudi mibil yang mengalami luka berat. Sementara penumpang selamat adalah Reka (4) putra pasangan Abdul Rokim dan Yema Susilowati.

 

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti menjelaskan, tabrakan KA dengan mobil terjadi di perlintasan depan gapura Yonkav Jl Raya Beji selitar pukul 14.10. Saat itu mobil yang disopiri Abdul Rokim melintas di Jl Raya Beji dari Arah Timur atau Bangil ke Barat atau Gempol. Setiba di perlintasan, korban melintas di perlintasam KA tanpa palang pintu.

 

“Korban kemungkinan tidak menoleh ke kanan kiri saat melintas rel perlintasan KA. Sejumlah orang di sekitar juga sudah berteriak ada KA yang datang dari arah Stasiun Bangil menuju arah Gempol,” kata Iptu Sumarti.

Bisa ditebak, karena jarak antara KA dengan mobil cukup dekat, tabrakan tidak bisa dihindari. Lokomotif KA Komuter Line menghantam bagian tengah mobil Splash sebelah kiri. Tabrakan cukup keras hingga mobil sempat terseret 60 meter dari perlintasan sebelum akhirnya KA berhenti.

Sejumlah warga bersama polisi  kemudian melakukan pertolongan. Mobil dipinggirkan di tepi rel,sementara korban dievakuasi. Penumpang mobil ada 3 orang, satu di antaranya bernama Yema Susilowati meninggal di tempat kejadian. Sementara Abdul Rokim, suaminya mengalami luka berat. Keduanya  kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Watukosek.

“Ada korban  selamat atas nama Reka adalah putra dari pasangan korban Abdul Rokim dan Yema,” jelas dia.

Setelah kejadian ini, KA melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Sementara bangkai mobil diba ke Mako Satlantas Polres Pasuruan. “Kami masih melakukan olah TKP. Sejumlah saksi juga kami periksa, yang pasti perlintasan ini memang tanpa dijaga oleh petugas resmi. Saat kejadian juga tidak ada yang berjaga, sehingga ini murni karena sopir tidak melihat ada KA melintas,”pungkas Iptu Marti. (hen)