Sosialisasi Perda 3/2021, DLH Ajak Masyarakat Kurangi Plastik Sekali Pakai

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Acara sosialisasi DLH

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik mulai melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) 3/2021 tentang Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai  kepada masyarakat Kantor Desa Randuagung.

[irp]

Dalam sosialisasi itu dijelaskan betapa bahayanya penggunaan plastik secara jangka panjang. Analis Pengelola Lingkungan DLH Pemkab Gresik Nurul menyampaikan, permasalahan sampah terutama plastik sekali pakai menjadi tanggung jawab bersama. Dengan menerapkan  6R, Reduce, Reuse, Recycle, Refuse, Remove, Rally.

Menurutnya, banyak sekali plastik sekai pakai digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kantong plastik, botol minum, hingga yang paling simpel sedotan. “Ini semua bisa diganti dengan bahan non plastik. Apabila penggunaan plastik terus membudaya, bahaya akan kembali kepada manusia sendiri,” ucapnya, Senin (6/12 /2021).

Ia mencontohkan alur sampah plastik yang terbuang dalam keseharian masyarakat daoat ditemukan hingga sampai  ke laut. Bahkan, hingga terpecah menjadi mikroplastik yang sangat beresiko dimakan ikan. “Ecoton pernah meneliti dari 40 sampel fases manusia di Jawa Bali, semuanya ditemukan kandungan mikroplastik. Kita juga harus bertanggungjawab atas sampah yang kita hasilkan setiap hari,” ujarnya.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Randuagung Umaya mengatakan, atas sosialisasi Perda 3/2021 ini pihaknya akan langsung tancap gas menindaklanjuti. Yakni dengan segera membuat surat edaran kepada elemen masyarajat di Randuagung untuk mengurangi plastik saat menggelar acara.

Selain itu, pihaknya juga akan mengajak PKK untuk getok tular mulai  RT untuk mensosialisasikan ke masyarakat tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. “Perda ini masih baru, belum ada Perbupnya. Sosialisasi juga baru di Randuagung ini, dengan inisiatif nanti kami langsung gencar turun ke rumah-rumah untuk mengajak mengurangi sampah plastik,” ucap pejabat yang juga Kasi Pengelolaan Sampah DLH Gresik itu.

Sekedar diketahui, jumlah penduduk di Kabupaten Gresik ada  1,3 juta, dan Kota Pudak termasuk tinggi menghasilkan sampah. Dengan rata-rata 150-160 ton atau 900 meter kubik sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik per harinya, kini TPA Ngipik dinyatakan sudah overload.

Dan sebagai catatan , selama ini persoalan sampah plastik masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Betapa tidak, menurut data dari greenpeace Indonesia, dari seluruh plastik yang pernah dibuat selama ini, hanya 9 persen yang berhasil didaur ulang. (bro)