Siswi SMK di Ponorogo Dihamili Penjual Kopi, Simak Aksi Pertamanya Manfaatkan Rumah Sepi

Reporter : Agus Riyanto - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Janji Agus Riyanto (22) warga Kecamatan Slahung, Ponorogo tidak akan membuat hamil pacarnya meski dengan berhubungan badan. Namun, pacarnya yang masih duduk di bangku SMK itu akhirnya jebol juga hingga hamil dan melahirkan.

BACA JUGA :  Positif Covid-19 Jember Tambah 6 orang, Total 24 Orang

Melihat anaknya melahirkan anak tanpa suami, orang tua korban berang dan melaporkannya ke Polres Ponorogo. Saat didesak korban akhirnya mengakui jika yang membuatnya bunting adalah Agus Riyanto, seorang penjual kopi.

Kasatreskrim Ponorogo AKP Hendi Septiadi mengungkapkan, pelaku terbilang lihai melancarkan bujuk rayunya kepada korban. Meski baru kenalan pada Oktober 2019 lalu, pelaku langsung berkunjung ke rumah korban.

“31 Desmber pelaku dan korban bertemu di rumah korban,” katanya, di Mapolres Ponorogo, Jumat (16/10/2020).

Melihat suasana sepi di dalam rumah korban, pelaku lalu melancarkan bujuk rayunya dan mengajak hubungan badan. Ajakan pelaku pun langsung ditolak korban. Namun, pelaku terus-terusan merayu korban dan berjanji tidak akan membuat hamil korban meski berhubungan badan.

“Akhirnya korban pun luluh dan mau diajak berhubungan badan. Total ada tiga kali pelaku menyetubuhi korban,” ungkap Hendi.

Sekali berhubungan badan, tampaknya membuat pelaku ketagihan. Pelaku kembali mengajak korban berhubungan badan hingga dua kali lagi. Total tiga kali korban digagahi oleh pelaku.

“Persetubuhan kedua awal Januari 2020, ketiga pada 12 Januari 2020,” imbuh Hendi.

Akibat kejadian tersebut, korban pun akhirnya hamil. Kehamilannya disembunyikan dari keluarganya. Pelaku pun berjanji bakal tanggungjawab dengan kehamilan korban.

“Korban sempat menyembunyikan kehamilannya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja,” papar Hendi.

Orang tua korban akhirnya mengetahui kehamilan anaknya saat hendak melahirkan. Orang tua korban yang tidak terima dengan kejadian ini akhinrya melaporkannya ke Polres Ponorogo.

“Pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 jo pasal 76D UURI nomor 23 tahun 2002 dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” tandas Hendi.

Selain pelaporan kasus persetubuhan tersebut, pelaku juga dilaporkan oleh istrinya karena menelantarkan anak.

“Pelaku ini ternyata sudah punya istri dan satu anak, dilaporkan oleh istrinya karena penelantaran anak,” pungkas Hendi. (hen)