Sidak Kesiapan Ruang Isolasi Pasien Covid di Gejos, DPRD Gresik Minta Pekerjaan Dipercepat

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Wakil Ketua DPRD Gresik, dr. Asluchul Alif (kiri) saat melakukan sidak ke Stadion Gelora Joko Samudro di Jalan Veteran Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Wakil Ketua DPRD Gresik, dr. Asluchul Alif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) di Jalan Veteran, Kebomas, Senin (29/6/2020). Tujuannya untuk mengecek langsung terkait kesiapan tempat rehabilitasi dan observasi pasien positif Covid-19.

Pantauan di lapangan, setibanya Alif, sapaanya di Gejos langsung bergerak menuju bangunan di lantai dua. Tapi ternyata ruangan yang bakal digunakan sebagai kamar pasien positif Covid-19 itu masih belum siap. Masih banyak pekerja yang tampak beraktivitas seperti memasang galvalum.

Selain itu, juga masih terlihat banyak skat-skat yang belum siap. Termasuk kelengkapan-kelengkapan yang lain pun belum tersedia di lokasi. Dan para pekerja masih sibuk menyelesaikan sekat-sekat ruangan yang belum berdiri.

BACA JUGA :  Prihatin Kondisi Pertanian, HMI Gresik Gelar Diskusi Regenerasi Petani

“Saat ini RSUD Ibnu Sina kewalahan, saya mengharapkan Gejos ini dikebut. Benar-benar dikebut,” tandas Alif di sela-sela sidak, yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik, Gunawan Setijadi. 

Jika melihat progres kesiapannya masih seperti ini, Alif pun pesimis Gejos akan siap digunakan pada Rabu (1/7/2020) besok. Itu baru dari sisi bangunan yang rencananya diisi sebanyak 140 kamar. Belum lagi tambahan fasilitas lain seperti tempat tidur, tv dan yang lainnya.

“Saya tidak yakin Rabu besok ini Gejos bisa digunakan,” lanjutnya. Selain itu, pihaknya juga mengecek sistem udara exhaust fan yang belum terpasang.

Karena itu, pihaknya meminta DPUTR dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk bekerja cepat. Sebab tambahan pasien konfirmasi positif per harinya rata-rata di atas 15 orang. Pada bulan ini saja kenaikannya cukup luar biasa, yaitu bisa sampai 20 kasus hingga 40 kasus per hari.

“Gejos ini untuk isolasi, perawatan, karantina pasien yang tidak memiliki penyakit bawaan atau OTG (orang tanpa gejala. Karena saat ini rumah sakit sudah full, sehingga gejos inilah harapan satu-satunya,” pungkasnya.

BACA JUGA :  12 Pasien Positif Corona di Bojonegoro Belum Ada yang Sembuh, 3 Orang Meninggal

Sementara itu, Kepala DPUTR Gunawan mengatakan, penyelesaian terkait kekurangan dalam mempersiapkan tempat isolasi kasus Covid-19 di Gejos masih membutuhkan waktu sekitar seminggu. Artinya pekan depan baru bisa digunakan.

“Ini tinggal finishing cat, hanya tinggal masang plafon di beberapa titik. Itu bisa dikebut satu dua hari,” jelasnya.

Tapi untuk penyedot udara, Gunawan memperkirakan masih butuh waktu hingga seminggu. Menurut dia, mundurnya kesiapan gejos ini tidak luput dari permulaan yang memang cukup terlambat. Terutama soal administrasi yang telat.

“Kalau satu minggu ini dinkes dan dinas PU kerjasama untuk kerja bareng, maka seminggu selesai. Karena di luar bangunan yang garap dari Dinas Kesehatan,” tutupnya. (adv/nul)