Shore Connection di Dermaga PT Terminal Teluk Lamong Tekan Biaya Operasional Kapal

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Lamong Energi Indonesia, anak perusahaan PT Terminal Teluk Lamong yang bergerak di bidang usaha ketenagalistrikan dan jasa penunjang lainnya, kembali melakukan inovasi penghematan energi dan efisiensi.

BACA JUGA :  Libur Nataru, Bandara Internasional Juanda Surabaya Prediksi Jumlah Penumpang Tembus 25 Juta

Setelah berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) untuk menambah pasokan listrik di area TTL, kini biaya operasional kapal yang sandar dapat ditekan secara signifikan melalui pemasangan listrik darat (shore connection).

Fasilitas shore connection yang terpasang di Terminal Teluk Lamong sebanyak 5 titik, 3 titik di dermaga domestik dan 2 titik di dermaga internasional dengan daya 1.100 kVA. “Fasilitas yang terpasang di Terminal Teluk Lamong ini mampu melayani kapal hingga 50 Hz. Kami yakin layanan ini akan menghemat pengeluaran operasional kapal sekaligus menurunkan emisi di pelabuhan” jelas Direktur Utama PT Lamong Energi Indonesia, Purwanto Wahyu Widodo.

Salah satu pelayaran nasional yang telah rutin menggunakan layanan shore connection di Terminal Teluk Lamong adalah PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL). Terhitung sejak Januari hingga April 2021, 15 kapal SPIL telah menggunakan layanan shore connection ini.

“Shore connection bisa meminimumkan running hours AE dan memberikan efisiensi bagi kapal” ungkap Susilo, Ship Manager PT SPIL.

Layanan yang diluncurkan PT Lamong Energi Indonesia ini dapat menghasilkan penghematan pengeluaran biaya energi hingga 40% dibandingkan dengan biaya penggunaan BBM untuk melakukan aktivitas di pelabuhan.

“Selain penghematan biaya, shore connection mendukung prinsip eco-friendly yang sejalan dengan konsep green port TTL karena mengkonversi BBM menjadi elektrifikasi sehingga mampu mengurangi emisi saat kapal beraktivitas di dermaga” ujar Arief Yarmanto, Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong.

Dikatakan, prinsip ramah lingkungan dan efisiensi ini menjadi kelebihan yang ditawarkan oleh PT Terminal Teluk Lamong kepada pengguna jasa.

Saat ini transportasi laut yang menggunakan kapal motor sebagai penggerak, ditenggarai menjadi salah satu sumber pencemar udara di pelabuhan yang berdampak memacu percepatan pemanasan global. Ketika kapal mendekati pelabuhan, kapal motor mencemari udara di sekitar pelabuhan. Bahkan selama kapal berada di kawasan pelabuhan, kapal motor tetap menyalakan mesin untuk memenuhi beberapa kebutuhan, terutama listrik. Selama mesin beroperasi, berarti selama itu pula kapal mengeluarkan polutan ke udara.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menangani isu nasional terkait dengan pencemaran lingkungan laut dari kapal di pelabuhan dan untuk mewujudkan pelabuhan hijau (green port), shore connection merupakan salah satu alternatif yang ditawarkan Terminal Teluk Lamong yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat emisi di pelabuhan.

Sewaktu kapal sandar di pelabuhan, tidak perlu lagi menghidupkan mesin bantunya dalam memenuhi kebutuhan listrik di kapal, cukup menggunakan layanan listrik darat yang disediakan pelabuhan.

Saat ini Shore Connection PT Lamong Energi Indonesia telah terpasang di 7 pelabuhan wilayah Jawa, yaitu Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Intan, Terminal Petikemas Semarang, Terminal Nilam, Terminal Berlian, Terminal Jamrud, dan Terminal Teluk Lamong,
Untuk melayani pelabuhan di wilayah Kalimantan juga telah dipasang 4 shore connection pada Terminal Petikemas Banjarmasin, Pelabuhan Trisakti, Pelabuhan Bagendang, dan Pelabuhan Bumiharjo. Serta di wilayah Bali Nusa Tenggara di 4 pelabuhan, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Maumere, Pelabuhan Tenau Kupang, dan Pelabuhan Celukan Bawang.

Konsep pelayanan ini selanjutnya akan diimplementasikan di seluruh pelabuhan dibawah naungan Pelindo III. Hal tersebut dilakukan agar efisiensi biaya layanan kepelabuhanan dapat dirasakan secara merata di seluruh pelabuhan Indonesia.(ris)