Serunya Ratusan Warga Tangkap Ikan di Waduk Sonorejo

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Keseruan warga Desa Sonorejo Kecamatan Dander saat memburu ikan dalam waduk dalam tradisi memetan.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Keseruan warga menangkap aneka ikan terlihat di sekitar waduk di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (7/7/2020). Acara berburu ikan yang oleh warga sekitar disebut dengan tradisi “memetan” ini tidak hanya diikuti oleh warga desa setempat,namun juga warga sekitar desa lainnya.

BACA JUGA :  Ditreskoba Polda Jatim Amankan 10 Poket SS di Pasuruan

Kepala Desa (Kades) Sonorejo, Sundoko mengatakan, tradisi di Desa Sonorejo ini merupakan bagian dari Festival Memetan atau mencari ikan bersama sama warga sekitar. Kegiatan ini setiap tahunya dilakukan sebagai upaya warga desa merawat waduk agar bersih dari sampah dan kotoran lainnya. Memetan tersebut mempunyai tujuan selain merawat sungai juga melestarikan budaya nenek moyang. Menurutnya, sejak dulu warga di desanya selalu mengadakan memetan.

“Kalau dulu, biasanya memetan dilaksanakan menjelang sedekah bumi, namun waktu sedekah bumi kemarin pas kebetulan musim hujan jadi sungai penuh air sehingga tidak mungkin dilakukan memetan, makanya kali ini pas musim kemarau dengan debit air yang sedang baru dilaksananan memetan,” kata Sundoko.

Menurutnya, acara memetan ini sebagai awal untuk menuju Desa wisata. Sebab, tahun ini akan di jadikan Desa Wisata. Ikan yang ada di waduk ini dulu bibitnya memang sengaja untuk di lepaskan. Dan setiap tahun memang dipanen untuk di panen warga Desa Sonorejo. “Untuk ikan yang sudah di tangkap boleh di bawa pulang, dan untuk jenis ikan sendiri ada 3, Lele, Nila dan tombro,” katanya.

Ditambahkan, pemerintah desa bersama karang taruna dan warga desa setempat akan tetap melestarikan tradisi memetan tersebut, karena selain menghibur, kegiatan tersebut juga sebagai wahana untuk bersih-bersih sungai dari sampah, sekaligus untuk menjaga lingkungan, agar saat musim penghujan tiba, aliran sungai bisa lancar.

“Kami berharap nantinya tradisi memetan ini menjadi ikon desa. Semoga dengan diadakan memetan ini sungai menjadi bersih dan ikan disungai tetap dapat berkembang biak dengan baik.” kata Kades Sonorejo.

Sundoko berharap, dengan adanya kegiatan ini dan juga akan menuju Desa wisata pemuda pemudi agar solit lagi dan untuk warga Sonorejo nantinya bisa komitmen untuk bisa mengelola Desa Wisata ini.

BACA JUGA :  Sumenep Nol Covid-19 Karena Warganya Taat Aturan

Keseruan mulai dari yang tua, muda hingga Anak-anak juga tidak mau ketinggalan dan ikut menangkap ikan. Raut ceria nampak jelas di wajah mereka setelah menceburkan diri ke waduk Sonorejo. Lebih dari seratus orang warga masyarakat desa setempat dan warga desa sekitar, bahkan dari kecamatan tetangga. Mereka berlomba-lomba menangkap ikan, menggunakan tangan maupun dengan peralatan seser, di aliran sungai desa setempat.

Adapun ikan yang didapat warga cukup bergam, mulai jenis ikan wader atau tawes, ikan nila atau mujaer, betok, sepat, dan ikan gabus. Ada juga warga yang mendapatkan udang kali. Dalam acara memetan ini warga hanya diperbolekan menggunakan alat seser atau pun tangan kosong. Warga tidak boleh menggunakan jaring atau dengan cara disetrum.

Susanto (34), warga Kecamatan Sugihwaras, mengaku datang mengikuti gopyok ikan (memetan) tersebut setelah dirinya membaca informasi dari media sosial. “Selain hobi, sekaligus untuk menyambung silaturrahmi dan olahraga,” kata Achmad. (mkr)