Sertijab Kapolda, Irjen Fadil Beberkan Situasi Jatim Kepada Irjen Nico Afianta

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya–Jabatan Kapolda Jatim telah resmi diserah terimakan Irjen Fadil Imran kepada Irjen Nico Afinta, Sabtu (21/11/2020). Usai prosesi serah terima jabatan (sertijab), Fadil pun membeberkan situasi Provinsi Jatim kepada Nico.

BACA JUGA :  Pupuk di Jatim Terserap 45 Persen

Fadil Imran dalam konferensi pers pasca-rangkaian kegiatan serah terima jabatan di Markas Polda Jatim mengatakan, dia telah memberikan penjelasan terkait situasi terkini di Jatim kepada Irjen Nico Afinta.

“Baik dari aspek penanganan Covid-19, Kamtibmas, kesiapan Pilkada (serentak 2020), dan aspek lain terkait internal Polda Jawa Timur dan Polres Jajaran,” ujar Fadil Imran di hadapan awak media.

Fadil menyampaikan apresiasi kepada awak media yang selama ini telah meliput semua kegiatan Polda Jatim. Menurutnya, dukungan semua wartawan sangat membantu tugas kepolisian di Jawa Timur.

“Saya mohon pamit, mohon doa, kita tetap menjaga silaturahim. Mudah-mudahan di tempat penugasan yang baru bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Baginya, penugasan Kapolri kepadanya di lingkungan baru sebagai Kapolda Metro Jaya adalah suatu kehormatan. Dia berharap bisa memberikan yang terbaik dalam rangka menjaga keamanan Ibukota Indonesia.

Fadil mengenalkan, Nico Afinta bukan orang baru di Surabaya. Nico lahir dan besar di Surabaya. “Arek Suroboyo asli!” kata Fadil. Nico adalah alumni SMA Negeri 2 Surabaya dan sekolah SD juga SMP di Kota Surabaya.

“Orangtuanya tinggal di Suroboyo, ibunya asli Kediri. Jadi saya yakin dan percaya, beliau akan mampu melanjutkan apa yang telah dicapai Polda Jatim, termasuk apa yang sudah saya kerjakan selama ini,” ujar Fadil.

Nico Afinta yang telah melalui prosesi pedang porang dan rangkaian serah terima jabatan lainnya di Mapolda Jatim mengucapkan selamat bertugas kepada Fadil Imran.

“Semoga sukses di tempat tugas yang baru,” ujarnya.

Dia berharap komunikasi antara dirinya dengan Fadil tetap terjalin dengan baik sehingga ke depan keduanya tetap bisa bersinergi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di Jawa Timur maupun di Jakarta.

Nico mengaku bangga pada akhirnya bisa bertugas di kota kelahirannya. Mengawali tugasnya di Jatim dia akan berkomunikasi dengan semua stakeholder di Jawa Timur, terutama dengan Gubernur dan Pangdam.

“Saya yakin dengan musyawarah, mufakat, dan gotong royong permasalahan di Jatim ini bisa terselesaikan. Pak Fadil sudah menunjukkan dengan berkeliling ke semua daerah di Jatim, berkomunikasi dengan semua pihak. Saya akan melanjutkan,” ujarnya.

Sebagai orang kelahiran Surabaya, dia memahami bahwa orang surabaya punya sifat yang guyub, suka berterus terang, dan terbuka. Dengan demikian komunikasi atas permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan musyawarah, mufakat, dan gotong royong. (hen)