Sering Menyapa, Warga Tak Mengira Ustadz di Rumah Tahfidz Sidoarjo Sodomi Santrinya

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Tertangkapnya Aska Muhammad Arifin Hamidullah (30), seorang ustad pengasuh di Yayasan Pondok Pesantren Al – Mutahammisun di Perumahan Pondok Sidokare Asri  Blok K, Kelurahan Sidokare Sidoarjo yang menyodomi puluhan santrinya membuat kaget para tetangga.

BACA JUGA :  PFSeries Bawa Pertamina Foundation dan CEO Raih Gelar Penghargaan di CSR Award 2021

Mereka tidak mengira, di dalam rumah yang dijadikan pondok pesantren berwarna cokelat tersebut, terjadi tindak kejahatan luar biasa.

Salah satu warga, Wayan Gede mengatakan, tidak ada yang aneh dengan pondok pesantren yang santrinya merupakan bocah yatim, piatu dan kalangan dhuafa ini. Setiap pagi, bocah-bocah tersebut rutin keluar rumah dan berjalan-jalan di dalam kompleks perumahan. “Setiap pagi mereka berjalan ke arah selatan. Kalau sore mereka terlihat mengaji di masjid yang berada di utara rumah tersebut. Setelah itu kembali ke dalam rumah,” terangnya, Jumat (11/6/2021) sore.

Wayan yang telah tinggal di perumahan tersebut begitu kaget usai mengetahui peristiwa tersebut.

Sementara itu, ketua RT 47 RW XII, Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo Kota Slamet Budianto mengatakan, yayasan pondok pesantren tersebut menyewa rumah warga sejak enam bulan lalu. “Saat itu mereka datang kepada saya. Namun dengan data yang tidak lengkap. Nama-nama anak dan pengurus yang tinggal disitu juga belum diserahkan ke saya. Katanya sih sudah menyewa dua tahun karena gedung ponpes di tempat lain direnovasi. Katanya ada ponpes lain di daerah Pucang, Bluru dan Pondok Jati,” ucapnya.

Senada dengan Wayan Agung, Slamet juga melihat setiap sore, puluhan bocah tersebut rutin mengaji di masjid. “Selesai mengaji, semuanya masuk ke dalam rumah. Ustadnya ada tiga. Namun yang tinggal disitu hanya satu ustad bersama istri dan kedua anaknya. Mereka juga terlihat biasa saja, menyapa warga saat bertemu,” jelasnya.

Slamet juga seringkali melihat, banyak pejabat bermobil plat merah Sidoarjo dan luar kota datang menjemput santri-santri tersebut. “Katanya sih untuk mendapat santunan,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, salah satu warganya ada yang pernah masuk kedalam rumah itu. Bocah-bocah santri tersebut tidur di lantai beralaskan karpet. “Katanya, ustad dan istrinya tidur dalam kamar. Saya tidak mengira, guru yang seharusnya melindungi malah berbuat cabul dan ditangkap polisi,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ustad Aska Muhammad Arifin Hamidullah ditangkap polisi karena diduga menyodomi puluhan santrinya yang semuanya berusia 15 tahun ke bawah. Di bawah ancaman agar tidak bercerita, para bocah santri tersebut disodomi.

“Beberapa santri telah divisum, dan mengalami kekerasan pada duburnya. Saat ini kami sedang mendalami dan memeriksa ke 25 santri tersebut. Ada kemungkinan semuanya mengalami kekerasan seksual. Kami menjerat tersangka dengan pasal Pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Ini kejahatan sangat luar biasa,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji. (mkr)