Seratusan Pemudik Bojonegoro Dipaksa Putar Balik

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Petugas saat memeriksa para pengguna jalan di perbatasan Bojonegoro. (Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro–Menindaklanjuti larangan mudik sejumlah motor dan mobil di Bojonegoro dipaksa putar balik. Sebelum sampai di Bojonegoro para pemudik ini sudah dicegat petugas di perbatasan.

Selama sepekan total ada 163 kendaraan yang ketahuan hendak mudik. Rinciannya 57 mobil pribadi dan 106 sepeda motor. Kegiatan itu dalam rangka operasi dengan sandi Ketupat Semeru 2020 di Kabupaten Bojonegoro sejak 5-11 Mei.

BACA JUGA :  Payah ! Sudah Seminggu Air PDAM di Jalan Pahlawan Mampet

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, melalui Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Mohammad Amirul Hakim menjelaskan, Operasi Ketupat Semeru tahun 2020 ini difokuskan dalam tugas kemanusiaan pencegahan covid-19, dan salah satunya adalah mengawal kebijakan pemerintah terkait larangan mudik dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Tentunya dengan harapan untuk mencegah agar covid-19 tidak menyebar luas di Kabupaten Bojonegoro,” katanya.

Lebih lanjut, Amirul menjelaskan selama pelaksanaan tugas di perbatasan pihaknya selalu berpesan kepada personil gabungan, agar dalam memutar balik pemudik. Petugas mengutamakan tindakan tegas dan humanis, tentunya dengan mengutamakan edukasi dan pemahaman, bahwa larangan mudik adalah untuk kebaikan bersama. 

“Petugas di lapangan harus luwes dan bijak, apalagi di perbatasan yang dihadapkan dengan banyak kepentingan masyarakat,” kata Amirul.

Untuk diketahui petugas gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan tenaga medis, serta relawan lainnya yang tergabung dalam Operasi Ketupat Semeru 2020 akan terus melaksanakan tugasnya hingga 31 Mei 2020.

“Penjagaan akan terus dilakukan hingga 31 Mei 2020, semoga saja covid-19 segera berlalu, sehingga kita semua bisa beraktivitas kembali normal,” imbuh mantan Kaur Pam Wal Spri Pim Polda Jatim ini.

BACA JUGA :  Kadinkes Jatim Minta Para Santri 'Manut Kiai' Soal Protokol Kesehatan

Kasat Lantas berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam pencegahan virus covid-19, yaitu dengan taat dan patuh terhadap kebijakan pemerintah terkait covid-19.

“Apa yang dilakukan oleh petugas gabungan akan sia-sia, jika masih ada sebagian masyarakat yang ndablek tidak mematuhi prosedur kesehatan, untuk itulah mari disiplin menjaga kesehatan bersama,” pungkas alumni Akpol 2008. (mkr)