Sengketa Tanah Masjid Tebuwung, Berikut Jawaban Kuasa Hukum Penggugat

Reporter : klikjatim

Tampak Kuasa Hukum Penggugat, Noer Fattah Syafi’i, SH (kanan) saat mengikuti jalannya agenda mediasi di Pengadilan Agama Gresik, pada Selasa kemarin. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dalam menanggapi berita di KLIKJATIM.Com, yang terbit pada hari Selasa tanggal 11 Februari 2020 pukul 14.54 WIB dengan judul Sengketa Tanah Masjid Tebuwung, Ahli Waris Gugat Ketua MWC NU dan KUA  Dukun, bersama ini saya selaku pihak Kuasa Hukum Para Penggugat dengan perkara nomor: 474/Pdt.G/2020/PA.Gs menyampaikan koreksi sebagai berikut:

Sesuai yang tercantum dalam surat gugatan terdaftar sebagai perkara nomor: 474/Pdt.G/2020/ PA.Gs., tanggal 30 Jan 2020, Moh. Sholeh bin Ratiman, alamat: RT/RW, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, pekerjaan: pensiunan Pegawai Negeri Sipil, selanjutnya disebut sebagai Tergugat II.

Tegasnya: Moh. Sholeh bin Ratiman sebagai Tergugat II adalah dalam kapasitas sebagai pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai Ketua MWC NU Dukun.

BACA JUGA :  Satlantas Sidoarjo Bantah Pembuatan SIM Dipersulit

Gugatan terhadap Sholeh dilakukan karena dia memegang atau menyimpan sertifikat tanah wakaf Masjid Jami’ Desa Tebuwung atas nama bapak dan kakek para penggugat secara tidak sah atau melawan hukum. Karena yang berhak memegang dan menyimpan sertifikat tanah wakaf tersebut adalah nadzir (panggilan bagi pengelola wakaf). Sedangkan Sholeh bukan nadzir atas tanah wakaf itu.

Tegasnya: Para penggugat tidak mempersoalkan atau menggugat tanah yang sudah bersertifikat atas nama bapak dan kakek para penggugat.

Selanjutnya, keterangan As’adul Dlofir (nama yang benar Asadun Dlofir) yang disiarkan atau ditulis KLIKJATIM.Com pada tanggal tersebut di atas, “Dlofir  juga  menjelaskan bahwa pihak  ahli waris sudah pernah melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), pada tahun 2018. Namun gugatan itu ditolak dengan memenangkan pihak takmir masjid yang mewakili masyarakat”.

BACA JUGA :  Viral Penemuan Ikan Penis yang Dipercaya Bisa Tingkatkan Birahi

Ditegaskan bahwa keterangan di atas tidak benar. Yang benar demikian, sesuai Gugatan Nomor: 140/G.2018/PTUN-JKT, tanggal 7 Juni 2018, adalah: Moh. Sholeh (Penggugat I), Asadun Dlofir (Penggugat II), Ahmad Khilmi Khoir (Penggugat III ), ketiganya mengatasnamakan Takmir Masjid Jami’ Tebuwung, menggugat Menteri Hukum dan HAM atas pengesahan yang diberikanya kepada Yayasan Masjid Jami’ Desa Tebuwung. Dalam perkara ini Yayasan Masjid Jami’ sebagai Tergugat II Intervensi.

Tegasnya: Para penggugat dalam perkara nomor: 474/Pdt.G/2020/PA.Gs, tanggal 30 Januari 2020, tidak pernah melakukan gugatan terhadap Takmir Masjid Tebuwung, ke-PTUN mana pun.

Demikian koreksi sebagai hak jawab dari pihak penggugat melalui kuasa hukumnya, Noer Fattah Syafi’i, SH (No hp 085330xxxxxx). Gresik, 12 Pebruari  2020, sebagaimana yang telah diposting akun facebook, Tony Jhon dalam komentar postingan berita berjudul, Sengketa Tanah Masjid Tebuwung, Ahli Waris Gugat Ketua MWC NU dan KUA  Dukun di halamn facebook KLIK JATIM. (*)