Sengketa Tanah Masjid Tebuwung, Ahli Waris Gugat Ketua MWC NU dan KUA Dukun

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Massa dari warga Tebuwung tampak membanjiri kantor Pengadilan Agama Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Ratusan warga Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik memenuhi halaman kantor Pengadilan Agama (PA) Gresik di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik, Selasa (11/2/2020). Pantauan di lapangan, saking banyaknya massa yang datang hingga meluber ke jalan raya.

Mereka datang dengan menggunakan 13 mobil pickup dan tiga truk. Warga sengaja berbondong-bondong mengepung kantor PA Gresik untuk mendampingi Takmir Masjid Jami’ Desa Tebuwung, KH. Muhammad Sholeh yang melakukan mediasi karena digugat oleh ahli waris, Hj Saropah atas sengketa tanah waqaf masjid setempat.

Selain KH Muhammad Sholeh yang merupakan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dukun, ahli waris juga menggugat pihak KUA (Kantor Urusan Agama) Dukun. “Gugatan ini terkait tanah wakaf Masjid Jami’ Tebuwung yang sudah bersertifikat,” terang Bendahara II Masjid Jami’ Tebuwung, As’adul Dlofir, Selasa (11/2/2020).

BACA JUGA :  Pencari Rumput Ditemukan Tak Bernyawa di Dekat Tambak

Dijelaskan, gugatan tanah masjid seluas sekitar setengah hektar yang riwayatnya disebutkan sudah diwakafkan serta dilakukan tukar guling ini ternyata diminta lagi. Warga pun berharap, status tanah tersebut tetap sebagai masjid dan tidak berubah menjadi milik pribadi.

“Kami berharap tetap dijadikan sebagai masjid milik umum yaitu masyarakat Tebuwung,” imbuhnya.

Selanjutnya, Dlofir juga menjelaskan bahwa pihak ahli waris sudah pernah melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), pada tahun 2018. Namun gugatan itu ditolak dengan memenangkan pihak takmir masjid yang mewakili masyarakat.

BACA JUGA :  Operasi Lilin Semeru 2019, Polda Jatim Tinjau Kesiapan di Daerah

Tetapi ahli waris yang berkeinginan membangun yayasan di tanah sengketa tersebut tak menyerah begitu saja. Ia banding hingga kasasi. “Waktu itu gugatan sampai kasasi dan hasilnya tetap ditolak,” tambah Dlofir.

Adapun diketahui, dalam mediasi perkara di Pengadilan Agama Gresik ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Dr. H. Suhartono. Hasilnya pun belum final. Nanti akan dilanjutkan kembali pada sidang mediasi tanggal 25 Februari 2020.

“Mediasi berikutnya tanggal 25 Februari dan hasil akhir tanggal 17 Maret,” pungkas Suhartono. (iz/nul)