Senggolan Bentor, Dua Kelompok Warga Duel Carok * Empat Luka Bacok Dilarikan ke RS

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Salahsatu warga yang menjadi korban carok dibawa masuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Dua kelompok warga di di Desa Kedawang, Kecamatan Nguling terlibat carok. Dalam duel berdarah itu, sedikitnya empat orang warga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit karena luka sabetan celurit yang dideritanya. Hingga kini anggota Polres Pasuruan masih berjaga di sekitar Desa Kedawang untuk mengantisipasi bentrok susulan.

BACA JUGA :  Pabrik Fiberglass Gresik Terbakar Jumat Pagi

Duel carok ini diduga merupakan dendam lama. Sekitar akhir 2018, saat itu dua orang pengemudi bentor terlibat carok hingga menyebabkan dua petarungnya terluka. Lalu pada Selasa (30/6/2020) malam, peristiwa serupa terjadi dengan melibatkan sesama pengemudi becak motor (bentor).

Saksi mata di lokasi kejadian menjelaskan, carok dengan senjata celurit melibatkan 4 lawan 3 sekitar pukul 20.30. Permasalahan becak motor saling bersenggolan terjadi saat bertemu di jalan hingga berujung carok antara kelompok Paidi dengan kelompok Yunus. Mereka menggunakan senjata tajam celurit.

Korban yang dibawa ke Puskesmas Nguling Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, yakni Paedi, Sahudi dan Asmad, warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Mereka terluka bacokan di tangan, tubuh dan kaki serta kepala.

Lantaran kondisinya parah, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil dengan menggunakan ambulans. Sementara lawannya dilarikan ke RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo guna mendapatkan perawatan medis.

BACA JUGA :  Nekat Perbaiki Trafo, Warga Probolinggo Tewas Tersengat Listrik

Kapolsek Nguling AKP Zudianto mengaku masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. “Masih kami selidiki. Tapi, informasinya karena dendam lama gara-gara senggolan becak motor,” katanya di lokasi.

Kapolsek menjelaskan, luka yang dialami para korban terbilang parah. Di antaranya di dada, lengan hingga wajah. Tiga korban yang sebelumnya di rawat di Puskesmas Nguling bahkan terpaksa dirujuk ke RSUD Bangil.

Untuk mengantisipasi aksi susulan, polisi terus berjaga ketat di desa setempat. Diharapkan, warga jangan terprovokasi dengan orang kurang bertanggung jawab dan menyerahkan permasalahan ini ke aparat penegak hukum. (hen)