Selidiki Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ponorogo, Polisi Sudah Periksa Beberapa Saksi

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Kasus ambil paksa jenazah pasien positif Covif-19 di Ponorogo terus menggelinding. Bahkan pihak kepolisian juga mengaku sedang melakukan penyelidikan.

BACA JUGA :  Soal Masuk Sekolah, Dispendik dan Kemenag Gresik Sepakati Belajar dari Rumah

“Kami telah memanggil beberapa pihak yang terlibat dalam pengambilan paksa jenazah terkonfirmasi positif tersebut,” ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, Jumat (7/5/2021). 

Termasuk di antaranya pegawai rumah sakit yang terlihat di video pun dimintai keterangan. Begitu pula dengan pengunggah vidio, serta keluarga korban dan kelompok masyarakat yang membantu korban dalam pengambilan jenazah secara paksa. 

Dia juga mengaku sudah mengumpulkan beberapa alat bukti. Seperti rekaman CCTV dari pihak Rumah Sakit (RS), dan beberapa barang bukti pendukung lainnya. “Kami sedang mengumpulkan semuanya,” katanya. 

Jika memang nanti terbukti, maka dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan ada yang ditetapkan sebagai tersangka. “Nanti gelar perkara dulu. Di dalam gelar perkara pasti terdapat kesimpulannya,” tambahnya.

Azis berharap kepada segenap pihak dan masyarakat lainnya untuk tetap mematuhi segala prosedur yang berlaku di rumah sakit. Ketika jenazah ditentukan sebagai pasien terkonfirmasi (Covid-19), maka hendaknya harus dilakukan pemakaman melalui protokol kesehatan. 

“Siapapun kalau terkonfirmasi positif, dinyatakan positif dari rumah sakit harus sesuai prosedur yang ada untuk pemulasaran, untuk menjaga ketertiban, untuk memutus mata rantai Covid-19,” pungkas Azis.

Sebelumnya beberapa orang mengambil paksa salah satu jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Aksi mereka terekam CCTV. (nul)