Selama Pandemi 2020, Bank BTN Realisasikan KPR Untuk 123 Ribu Unit Rumah

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi - klikjatim.com

Presiden Joko Widodo saat meninjau rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Bank BUMN spesialis pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat selama pandemi 2020 lalu merealisasikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 123 ribu unit rumah.  Hal ini disampaikan Plt. Direktur Utama BTN, Nixon L Napitupulu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memanggil 20 direktur utama bank yang beroperasi di Indonesia beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, presiden bersama pada bankir membahas masalah perekonomian nasional di tahun 2021.

[irp]

“Dalam pertemuan tersebut disebutkan  kredit pembiayaan sudah mulai berjalan dan terealisasi sebanyak 123.000 rumah.  Pak, kredit ini sudah mulai jalan. KPR-nya saja walau lagi seret gini, kita laku 123.000 rumah di masa tersulit yang namanya pandemi covid 19,” kata Nixon mengulang pernyataan Presiden Jokowi dalam konferensi pers Paparan Kinerja per 31 Desember 2020,  Jakarta, Senin (15/2/2021).

Selain itu, tiga asosiasi besar menyebut kebutuhan perumahan mencapai 250.000 unit. Sementara tahun ini yang baru tersedia hanya 150.000 unit. Sehingga, untuk mendorong industri perumahan bergerak, dia meminta pemerintah menambah kuota pembiayaan rumah bersubsidi. Apalagi merujuk pada RPJMN untuk menyediakan 300.000 rumah bersubsidi. “Makanya kita bilang, kalau kita mau dorong mereka kerja lagi, bisa. Kuotanya ditambahin,” kata dia.

Dia melanjutkan, dalam pembangunan 1 rumah, setidaknya dibutuhkan 5 orang tukang untuk bekerja. Maka, bila realisasi program 300.000 rumah dilanjutkan, akan ada 1,5 juta orang yang bekerja. “Bayangkan, kalau sesuai RPJMN 300.000 rumah dibangun, 1 rumah butuh 5 tukang, kalau 300.000 rumah berarti bisa mempekerjakan 1,5 juta orang seketika,” tuturnya.

Nixon menambahkan, pergerakan ekonomi ini pun belum termasuk pada sektor turunannya. Apalagi dalam pembangunan perumahan atau kawasan permukiman bisa menggerakkan perekonomian di lingkungannya. “Ini belum termasuk dengan ekonomi di lingkungannya, dari pasar, toko sampai salon karena ibu-ibu suka pergi ke salon,” katanya.

Setidaknya akan ada 174 sektor yang ikut bergerak dengan bergeraknya sektor perumahan. Nixon melihat banyak peluang bisnis yang bisa tumbuh dengan menggerakkan industri perumahan yang berdaya tahan meski dihantam pandemi. “174 sektor ini terdorong naik, peluang bisnis transaksional juga pasti,” pungkasnya. (hen)