Selain Minyak Goreng, Ketersediaan Bahan Pokok di Jatim Dipastikan Aman Jelang Nataru

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (nataru), ketersediaan bahan pokok di Provinsi Jatim dipastikan aman dan stabil. Bahkan, sejumlah komoditi mengalami surplus.

BACA JUGA :  Tambahan Vaksin di Sidoarjo Minim, Target 17 Agustus Tak Mungkin Tercapai

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim Drajat Irawan menegaskan, bahwa Jatim siap menyambut nataru mendatang. Pasalnya, bahan pokok seperti beras, jagung hingga bawang merah mengalami surplus.

Ia menyebut, kenaikan harga hanya terjadi pada minyak goreng. Menurutnya, jika melihat Harga Eceran Tertinggi (HET), memang secara keseluruhan minyak goreng mengalami kenaikan di seluruh Jatim yakni sekitar Rp 17 ribu. Sedangkan HET sebesar Rp 10.100 ribu.

“Di antaranya karena harga CPO (crude palm oil) minyak dunia sejak awal 2021 memang mengalami kenaikan. Sehingga pergerakan minyak goreng sudah mulai naik dari Januari. Ini ada beberapa upaya di antaranya Bulog juga membuat dukungan harga Rp 14 ribu, tapi jumlahnya masih terbatas,” kata Drajat saat ditemui, Jumat (20/11/2021) malam.

“Pada dasarnya Jawa Timur stabil hanya minyak goreng saja (naik). Sehingga kita siap menyambut natal dan tahun baru,” imbuhnya.

Ia memaparkan, saat ini beras di Jatim mengalami surplus 2,6 juta ton, sementara bawang merah mengalami surplus sekitar 127 ribu ton. Selain itu, jagung, kedelai, bawang putih, cabe rawit hingga daging ayam juga mengalami surplus.

“Justru, mungkin di beberapa provinsi di Indonesia Timur memerlukan bahan pokok dari Jawa Timur. Dan Ibu Gubernur juga membuat surat edaran pada 10 November lalu, agar para bupati/wali kota melakukan langkah-langkah persiapan Nataru seperti pemantauan harga, pengawasan dengan menerapkan protokol kesehatan dan membuat pasar murah,” tandasnya.(mkr)