Sekolah di Sidoarjo Ini Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covi-19

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

Murid kelas X SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo hari ini menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Senin (5/4/2021). Uji coba digelar setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan lampu hijau sekolah tatap muka, yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2021-2021, yaitu pada Bulan Juli 2021 mendatang.

BACA JUGA :  Pemkab Bojonegoro Ancam Tak Bayar Kontraktor Yang Tak Selesaikan Pekerjaan Awal Desember

Wakil Kepala Kurikulum SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Alful Musrifah mengatakan, PTM tersebut digelar sekaligus untuk pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa kelas X dan XI. Secara teknis pelaksanaan PTM di SMA Mummadiyah 2 Sidoarjo ini dibagi dua sesi, yaitu bergilir sesuai nomor absen.

Untuk Siswa kelas X masuk pukul 07.00 WIB-09.00 WIB. Sedangkan siswa kelas XI pukul 09.30 WIB-11.30 WIB. “Agar berjarak, setiap kelas hanya diisi sepertiga dari jumlah siswa kelas tersebut. Jadi setiap kelas hanya diisi sekitar dua belas siswa saja,” tutur Alful.

Dia menambahkan, para siswa yang hari ini mengikuti uji coba PTM telah mendapatkan izin dari wali murid atau siswa. “Namun demikian, bagi siswa yang wali muridnya tidak mengizinkan anaknya mengikuti uji coba ini, kami tetap menyediakan pembelajaran daring menggunakan zoom, sehingga mereka tetap bisa mengikuti,” terangnya.

Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan E-learning, para guru menyampaikan materi pembelajaran dan tugas yang diajarkan di kelas.

Rencananya uji coba PTM di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini akan digelar hingga menjelang bulan puasa mendatang dan digelar kembali setelah Hari Raya Idul Fitri.

Penerapan protokol uji coba PTM di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo juga dilakukan sangat ketat. Bagi siswa yang masuk area sekolah diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas. Di banyak sudut juga tersedia sarana cuci tangan, serta dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di dalam kelas secara rutin.

“Di kelas, kami tetap menyalakan AC namun pintu dan jendela tetap dibuka sehingga sirkulasi udara terpenuhi,” imbuhnya. (nul)