Sejak PPKM Darurat di Jatim, Permintaan BBM Pertamina Region Jatimbalinus Turun 20 Persen * Tidak Ada Penutupan, SPBU dan Agen LPG Masih Beroperasi Normal

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi - klikjatim.com

Permintaan BBM di SPBU wilayah Pertamina Marketing Region Jatimbalinus selama PPKM mengalami penurunan hingga 20 Persen

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Sejak diberlakukannya PPKM Darurat oleh pemerintah, permintaan bahan bakar  minyak (BBM) di seluruh SPBU di Jawa Timur mengalami penurunan hingga 20 persen. Penurunan  ini terjadi setelah mobilitas warga selama PPKM Darurat dibatasi melalui penutupan akses jalan dan penyekatan. 

BACA JUGA :  Peringatan Hari Buruh, Lintas Organisasi di Gresik Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati

Section Head Communication Pertamina Marketing Region Jatimbalinus V Ahad Rahedi menyampaikan, berdasarkan data yang dimiliki, sejak pemberlkuan PPKM Darurat memang ada penurunan permintaan BBM yang disampaikan pengelola SPBU Pertamina. Penurunan itu berkisar rata-rata 20 persen dari permintaan normal.

“Mengacu ke situasi yang kurang lebih sama di masa PSBB tahun lalu, kami perkirakan akan terjadi penurunan konsumsi BBM, kurang lebih antara 10 hingga 20 persen,” kata Ahad Rahedi.

Disebutkan, dalam kondisi normal sebelum ada PPKM Darurat, rata-rata konsumsi BBM di Jatim mencapai  3.130 kiloliter perhari. Sehingga saat diberlakukannya PPKM Darurat sejak 3 Juli lalu ada penurunan antara 300 hingga 600 kliloliter perhari. “Rerata penyaluran harian produk BBM di Jatim selama Bulan Juni 2021 atau sebelum diberlakukannya PPKM Darurat pada 3 Juli mencapai 3.130 kiloliter perhari,” kata Section Head PT Pertamina Marketing Region Jatimbalinus.

DItambahkan, kendati ada penurunan itu semata-mata karena memang mombilitas warga yang dibatasi sehingga permintaan di SPBU ikut turun. Pernyataan ini sekaligus menangkal isu hoaks yang menyebut seluruh SPBU di Jatim ditutup karena pemberlakuan PPKM Darurat. “Kami pastikan informasi SPBU ditutup adalah hoaks dan tidak benar. Hingga kini seluruh SPBU Pertamina di Jatim masih beroperasi normal,” terang dia.

Sementara itu untuk kebutuhan gas LPG selama PPKM Darurat, Ahad Rahedi menyebutkan kemungkinan ada penurunan. Namun demikian, pihaknya masih mendata lagi angka pastinya. Namun mengacu pada penerapan PSBB tahun lalu, ada penurunan permintaan. 

Dikatakann, hingga kini seluruh SPBU dan Agen LPG masih beroperasi dengan normal.  Stok BBM dan LPG pun masih aman dan masih mencukupi bila diperlukan penambahan selama masa PPKM atau pembatasan kegiatan.

“Sebagai bentuk dukungan memutus penyebaran covid, seluruh fasilitas dan sarana operasi Pertamina dipastikan mematuhi Protokol kesehatan yang berlaku,” tutup Ahad Rahedi. (ris)