Sehari Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Bojonegoro, Jajaran Polres Turun Bagikan 10 Ribu Masker

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia dan jajaran saat membagikan masker kepada masyarakat. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Jajaran Polres Bojonegoro turun ke tengah-tengah masyarakat untuk membagikan 10 ribu masker secara gratis. Dalam kegiatan ini juga dilakukan operasi yustisi, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena pandemi Covid-19 masih ada di sekitaran.

BACA JUGA :  GM Pertamina Asset 4 Tinjau CPP Gundih Pastikan Kondisi Aman

“Hari ini kita laksanakan pembagian 10 ribu masker serentak, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia, Jum’at (11/6/2021).

Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus dimasifkan. Yaitu mulai dari pembagian masker, edukasi prokes dan operasi yustisi.

Sebab kondisi saat ini di tingkat Jawa Timur terkait kasus konfirmasi positif Covid-19 masih tinggi. Adapun penyebab peningkatan kasus dikarenakan mobilitas pergerakan masyarakat masih sangat tinggi, sehingga mengakibatkan virus corona varian baru telah menyebar kepada masyarakat. Di antara virus varian baru adalah B.117 asal Inggris, B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B.1617.

“Adanya lonjakan terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Jawa, Polres Bojonegoro dan Polsek jajaran terus berupaya memutus penyebaran mata rantai Covid-19 baik dengan membagikan masker, serta mengedukasi prokes kepada masyarakat untuk tetap disiplin dan memematuhi protokol kesehatan 5M. Yang paling penting mengurangi mobilitas ke luar rumah, hindari kerumunan sehingga tidak terjadi kontak langsung dengan seseorang yang belum tahu riwayat kesehatannya,” kata AKBP EG Pandia.

Kapolres Bojonegoro juga berpesan, bagi masyarakat yang melaksanakan aktivitas perekonomian juga harus tetap memperhatikan prokes. Hal ini dalam rangka mendukung percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Tidak ada yang menjamin setelah kita divaksinasi. Selama kita disiplin atau mematuhi anjuran pemerintah mematuhi dan disiplin protokol kesehatan, kemungkinan kecil tidak terpapar Covid-19. Setiap kegiatan perekonomian juga harus memperhatikan protokol kesehatan, sehingga sama-sama berjalan, kesehatan aman dan perekonomian membaik,” pungkasnya.

Selanjut perlu diketahui, untuk update data sebaran Covid-19 di Bojonegoro per tanggal 09 Juni 2021 tercatat penambahan 21 orang dinyatakan positif. (nul)