Sebelum Izinkan Anggota Pegang Senpi, Polres Bojonegoro Lakukan Tes Psikologi

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia bersama Kabag Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim AKBP Diah Ika Riantanti saat memberikan arahan. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eva Guna Pandia memberikan arahan kepada anggotanya yang bakal memegang senjata api (senpi) dinas di Gedung Mliwis 2000 lantai tiga Satlantas Polres Bojonegoro. Hal ini disampaikannya di sela kegiatan tes psikologi bagi anggota calon pemegang senpi, Selasa (21/9/2021).

BACA JUGA :  Hadiri Pelantikan Direktur RS 'Aisyiyah Bojonegoro, Bupati Harapkan Sinergitas dan Konsolidasi Terus Terjaga

Menurutnya, tujuan tes psikologi kolektif bagi calon atau pemegang senpi di antaranya untuk mengetahui kondisi psikis anggota Polres Bojonegoro. Karena saat ini beban tugas sangat tinggi, terutama dalam penanganan pandemi Covid-19 serta mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan terkait penggunaan senpi dinas.

“Kegiatan ini untuk melihat sejauh mana kondisi psikologi bagi calon atau pemegang senpi dinas,” ucap AKBP EG Pandia.

Dalam kegiatan ini para peserta diakui telah mengikuti rangkaian tes psikologi dengan baik dan serius sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas. “Bagi calon atau pemegang senpi hasil tes psikologi dengan hasil lulus, maka berhak memegang senpi dinas. Apabila hasil tes tidak lulus, maka senpi tersebut kita tarik untuk sementara waktu digudangkan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim, AKBP Diah Ika Riantanti menambahkan bahwa kepala bagian (Kabag) atau kepala satuan (Kasat) harus memantau dan monitoring kegiatan keseharian anggota yang akan mengajukan atau memegang senpi.

“Sebagai kontrol untuk pengajuan atau perpanjangan senpi, kita harap para Kabag dan Kasat tetap memantau kondisi keseharian anggotanya,” harapnya. (nul)