Sebelum Dipecat, Mahmud Tetap Boleh Ikuti Agenda Kedewanan *Syarat Pemecatan di Antaranya Ancaman Hukuman Lebih dari 5 Tahun

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Mahmud (tengah) saat mengikuti agenda pelantikan sebagai Anggota DPRD Gresik periode 2019-2024 pada tahun 2019 kemarin. (dok/ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Anggota DPRD Gresik, Mahmud dari fraksi Nasdem masih bisa mengikuti agenda kedewanan sebelum ada langkah pemecetan akibat kasus penipuan yang sudah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) dengan hukuman 1 tahun penjara. Dan, kasus ini murni ranah hukum.

BACA JUGA :  Mengerikan, 5 Tahun Gadis di Malang Jadi Pelayan Seks Ayah Kandungnya

“Dia kan melakukan tindak pidana sebelum jadi dewan atau anggota DPRD, jadi tidak ada hubungannya dengan pelanggaran etika dewan. Dan itu pidana ranahnya, di luar kita,” ujar Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik, Faqih Usman, Jumat (26/6/2020).

Apakah masih boleh mengikuti agenda kedewanan, Faqih memastikan sebelum diberhentikan sebagai wakil rakyat maka tetap bisa menjalankan kedinasan. Dan perlu diketahui, bahwa salah satu syarat pemecatan sebagai anggota dewan secara tidak terhormat ketika divonis bersalah yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), serta ancaman pidananya lebih dari lima tahun.

Nah, pak Mahmud ini kalau (ancaman pidana) kurang dari lima tahun tidak bisa diberhentikan,” tandas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

BACA JUGA :  Uang Denda Sanksi Pelanggar Covid-19 di Gresik Untuk Beli APD

Dan kewenangan pemecatan atau pemberhentian terhadap Mahmud ada di partai politiknya (parpol).

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris DPRD Gresik, Darmawan. Saat ditemui klikjatim.com, dia menegaskan selama belum ada surat resmi yang menyangkut permasalahan hukum anggota dewan Mahmud, maka tetap bisa mengikuti agenda kedewanan.

“Apa yang bisa menghalagi beliaunya, karena surat resmi ke kesektariatan belum ada,” imbuhnya. (nul)