Satgas Covid-19 Kediri Perbolehkan Tarawih Berjamaah, Tapi Kuotanya 50 Persen

Reporter : Iman - klikjatim.com

Ilustrasi shalat tarawih.

KLIKJATIM.Com I Kediri – Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri membolehkan tarawih jamaah dengan kuota 50 persen kapasitas tempat ibadah.

BACA JUGA :  Tips Berkendara Motor Bawa Barang Yang Aman Bagi Perempuan

Hal ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama No 03 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan salat Idul Fitri 1442 Hijriah.  Dalam surat tersebut, secara umum Kemenag mengizinkan penyelenggaraan ibadah Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri. Pelaksanaan salat Tarawih tidak beda dengan tahun sebelumnya dan dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas isi masjid atau musala. Takmir Masjid harus menyiapkan sabun untuk cuci tangan di air yang mengalir dan meminta jamaah memakai masker.

Takmir Masjid juga harus membuat jarak untuk jamaah satu dengan lainya dan perlu ditandai. Jaga jarak harus diterapkan untuk mencegah penularan Covid 19 di Kabupaten Kediri yang masih Pandemi Covid 19. Dengan maksud jamaah shalat tarawih tidak tertular Covid 19 yang berbahaya jika tetap ada kerumunan.

Disisi lain jamaah juga harus membawa sajadah dan mukena sendiri. Sementara untuk Salat Idul Fitri diizinkan di masjid atau lapangan dengan menerapkan protokol ketat. Hal ini menyesuaikan jika nantinya ada perkembangan baru terkait dengan penurunan jumlah paparan Covid 19 di wilayah Kabupaten/Kota. Pastinya prokes ketat perlu diberlakukan agar tidak ada klaster baru paparan Covid 19.

“Sementara di Kabupaten Kediri Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri berkoordinasi dengan Kantor Kemenag Kabupaten Kediri untuk lakukan pantauan penerapan SE untuk pelaksanaan Salat Id dan Salat Tarawih di Masjid dan Musala. Hendaknya takmir masjid dan musala bisa menerapkan prokes ketat,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi.

Slamet menambahkan, berpijak pada SE Menteri Agama tersebut selain kegiatan sholat tarawih yang dibatasi 50 persen jumlah kehadiran jamaah, yang lainya giat tadarus dan Iktikaf juga dibatasi 50 persen. Sedangkan kegiatan seperti ceramah, pengajian, tausiah, kultum Ramadan maksimal 15 menit.

Humas Kemenag Kabupaten Kediri, Paulo Jose Ximenes Bello mengungkapkan, terkait SE dari Menteri Agama hendaknya semua kegiatan peribadahan selama bulan puasa dan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H nanti bisa dilakukan. Namun harus protokol ketat dan takmir masjid perlu memahami SE yang disampaikan menteri Agama RI.

“Semua harus memperhatikan prokes ketat dan kita tetap berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri.Untuk kegiatan Peringatan Nuzululquran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jamaah 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya. (hen)