Sambut Masa New Normal, Perwakilan Pesantren di Gresik Sepakati 9 Poin

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Perwakilan pesantren di Gresik melakukan foto bersama setelah menggelar diskusi di Ponpes Mambaus Sholihin, Suci, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdhatul Ulama (RMI NU) Cabang Gresik menggelar diskusi terkait persiapan kembalinya para santri ke pondok pesantren (Ponpes) dalam menghadapi masa new normal, Minggu (14/6/2020). Agenda pembahasan yang berlangsung di Ponpes Mambaus Sholihin Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik ini telah menghasilkan sembilan poin kesepakatan.

Ketua RMI Gresik, K.H. Ala’uddin mengungkapkan, persiapan dalam menyambut kembalinya para santri di tengah pandemi Covid-19 ini sangat perlu dilakukan. Hal ini sebagai upaya antisipasi atau menghindari adanya klaster baru.

“Kami memfasilitasi pesantren-pesantren di Gresik untuk menyamakan persepsi dalam pemulihan pendidikan di Pesantren, termasuk komitmen bersama menyusun jadwal kembalinya santri dan prasyarat untuk penegakkan protokol kesehatan,” ujar salah satu pengasuh PP Qomaruddin, Bungah ini, Senin (15/6/2020).

BACA JUGA :  Pasar di Sukosewu Bojonegoro Jualannya PSK, Sekali Kencan Hanya Rp 40 Ribu

Perwakilan dari Persatuan Dokter Nahdhatul Ulama (PDNU) Gresik, dr. Heri mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan beberapa poin untuk pemulihan pendidikan di Pesantren. “Untuk protokol kesehatan seperti isolasi dan seterusnya tidak bisa ditawar, baik mandiri di rumah atau di pondok saat kembali. Selain itu, juga penyediaan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan dan masker,” jelasnya.

Menurut dia, proses isolasi atau karantina mandiri harus dilakukan oleh masing-masing santri sebelum mereka balik ke pondok. Santri juga diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari puskesmas.

“Santri-santri sebelum balik ke pondok harus dikarantina selama 14 hari dulu di rumah, dan ketika balik membawa surat keterangan sehat dari puskesmas. Selama di pondok nanti ada satgas Covid-19 yang akan selalu berkoordinasi melalui WA (WhatsApp) dan melakukan telekonsultasi bila ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan,” paparnya.

BACA JUGA :  Polisi Temukan Gas Beracun di Lokasi Tewasnya Pekerja Pabrik Bieotanol Mojokerto

Adapun diketahui dalam pemahasan para perwakilan pesantren di Gresik tersebut menyepakati 9 poin sebagai berikut :

1.Isolasi Mandiri oleh Orang Tua;

2.Surat Kesehatan dari Puskesmas;

3.Membentuk Satgas Covid-19 Pondok Pesantren;

4.APD (Masker, Handsanitizer, Thermogun);

5.Sosialisasi ke Masyarakat;

6.Koordinasi dengan Pemerintah;

7.Tanggal santri mulai kembali 1 Juli sampai 31 Agustus 2020;

8.Pelatihan Satgas Covid-19 Pesantren pada Minggu tanggal 20 Juli 2020; dan

9.Pengembalian santri harus berkoordinasi dengan polsek setempat.

Selain itu, RMI NU juga diminta untuk memfasilitasi audiensi dengan Pemkab Gresik dan DPRD Gresik. Yaitu berkaitan dengan komitmen pemerintah daerah terhadap pesantren dalam menghadapi new normal. (nul)